Sabtu, 23 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Bergerak Cepat, Polda NTB Lakukan Pemetaan Bencana Kekeringan

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - Polisi mulai melakukan pemetaan terhadap wilayah yang terdampak kekeringan di NTB. Ini sebagai langkah antisipasi terjadinya tindak kejahatan akibat musim kering.

Kabidhumas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti mengatakan, kejahatan berpotensi muncul saat musim kering melanda. Apalagi jika masyarakat gagal panen akibat stok air tidak mencukupi.

”Di musim seperti ini, tindak kejahatan rentan terjadi. Tapi kita sudah lakukan pemetaan untuk langkah antisipasinya,” kata Tri Budi seperti dikutip Lombok Post (Jawa Pos Group), Minggu (20).

Selain antisipasi kejahatan, polisi juga akan melakukan langkah sosial berupa penyaluran bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kata Tri Budi, bantuan air tidak saja dilakukan oleh Polda.

Di setiap Polres, lanjut dia, telah terbentuk satgas siaga bencana. Mereka yang nantinya akan mengambil peran sosial saat kekeringan melanda di wilayah hukumnya. ”Satgas di setiap polres sudah siap untuk membantu masyarakat dengan optimal,” katanya.

Selain itu, mengatasi dampak kekeringan akan dilakukan bersama instansi terkait. Seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kerja sama dengan instansi pemerintah, diharapkan akan membuat penyaluran bantuan menjadi tepat sasar.

Sebelumnya, hingga Agustus, daerah yang terdampak kekeringan semakin banyak. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB menunjukkan, 318 desa di NTB dilanda kekeringan. Akibatnya, 127.940 Kepala Keluarga (KK) atau 640.048 jiwa mengalami krisis air bersih.

Untuk Pulau Lombok wilayah yang terdampak kekeringan berada di bagian selatan. Baik yang masuk di Kabupaten Lombok Tengah maupun Lombok Timur seperti Kecamatan Jerowaru dan Kecamatan Pujut.  Daerah tersebut merupakan langganan kekeringan setiap tahunnya.

(nas/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP