Rabu, 20 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Internasional

Perang Narkoba: Dalam 72 Jam, 80 Orang Tewas

| editor : 

TAK PANDANG BULU: Salah seorang warga yang menjadi target perang narkoba tertembak mati di jalanan Manila, Filipina, Rabu (16/8)/.

TAK PANDANG BULU: Salah seorang warga yang menjadi target perang narkoba tertembak mati di jalanan Manila, Filipina, Rabu (16/8)/. (REUTERS/Dondi Tawatao)

JawaPos.com  – Masyarakat Filipina mulai mengkritik razia antinarkoba yang digelar Kepolisian Nasional Filipina (PNP). Hingga kemarin (18/8), razia yang kali pertama berlangsung di Provinsi Bulacan pada Rabu (16/8) itu masih berlanjut. Sejauh ini, sedikitnya 80 nyawa melayang dalam operasi yang dijuluki PNP One Time Big Time itu.

Jasad Kian Loyd Delos Santos ditemukan di salah satu kampung kumuh di pinggiran Kota Manila selepas Kamis tengah malam (17/8). Kemarin beredar rekaman CCTV yang menunjukkan jasad pelajar berusia 17 tahun itu diletakkan di lokasi penemuan oleh dua pria. Kemarin polisi mengklaim bahwa Santos merupakan salah seorang tersangka yang melawan saat hendak dibekuk.

’’Bocah itu tidak membawa senjata. Seorang polisi mendatanginya dan memberikan senjata. Si polisi itu lantas menyuruhnya menembak dan kabur,’’ ungkap seorang saksi kepada ABS-CBN.

Saat Santos melepaskan tembakan itulah, polisi yang lain lantas membalas tembakannya. Pemuda yang baru beranjak dewasa itu pun langsung terkapar tanpa nyawa.

Penembakan Santos, menurut saksi, tidak terjadi di lokasi penemuan mayat. Hingga kemarin, lokasi penembakan siswa kelas 11 tersebut belum bisa dipastikan. Yang jelas, jasadnya ditemukan pada pergantian hari. ’’Kami akan menyelidiki laporan tersebut. Kami jamin kasus itu akan diselidiki sampai tuntas,’’ tegas Kepala PNP Ronald dela Rosa dari ibu kota.

Dia menyatakan, jika Santos memang tidak bersalah dan laporan saksi terbukti, para personel PNP yang terlibat dalam kematiannya akan ditindak tegas. ’’Coba kita pikirkan lagi. Dia (Santos) masih anak-anak. Bayangkan jika insiden itu menimpa saudara kita,’’ ungkapnya.

Di tempat terpisah, Kepala Polisi Metro Manila Oscar Albayalde mengaku telah menonaktifkan tiga personel yang diduga menembak Santos.

Distrik Caloocan di sisi barat laut Metro Manila menjadi lokasi ketiga razia antinarkoba PNP sejak Kamis malam. Di lokasi tersebut, polisi menembak mati 13 tersangka penjahat narkoba. Sebelumnya, 25 nyawa melayang dalam razia di Metro Manila selama 24 jam mulai Rabu sampai Kamis. Rabu lalu, operasi pertama dilancarkan di Bulacan yang menewaskan 32 tersangka.

Kemarin Wakil Presiden Leni Robredo mengecam razia One Time Big Time. Apalagi, tidak ada instruksi khusus dari pemerintah agar PNP melancarkan razia antinarkoba besar-besaran pekan ini.

Dalam tiga operasi selama sekitar 72 jam terakhir, aparat menewaskan 80 orang dan mengamankan ratusan tersangka. ’’Ini sesuatu yang membuat kita prihatin,’’ ujarnya. (*)

(AFP/Reuters/inquirer/hep/c5/any)

Sponsored Content

loading...
 TOP