Rabu, 27 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Kasus ‘Desah Berujung Masalah’, Siang Ini Walkot ADP Dipanggil Polisi

| editor : 

Destiya Purna Panca atau dikenal Destiara Talita alias Tata, perempuan seksi yang melaporkan Wali Kota kendari ADP ke polisi karena merasa dihina, padahal sudah sering ditiduri dan tak kunjung dinikahi.

Destiya Purna Panca atau dikenal Destiara Talita alias Tata, perempuan seksi yang melaporkan Wali Kota kendari ADP ke polisi karena merasa dihina, padahal sudah sering ditiduri dan tak kunjung dinikahi. (instagram tata)

JawaPos.com - Polda Metro Jaya hari ini, Jumat (18/8) memanggil Wali Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) Adriatma Dwi Putra terkait pelaporan yang seorang perempuan bernama Destiya Purna Panca atau dikenal Destiara Talita alias Tata.   

Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Rudy Heriyanto Adi Nugroho menuturkan, mereka telah mengagendakan pemeriksaan itu. "Rencananya hari ini siang jam dua (14.00)," kata Rudy, Kamis (17/8).

Wali Kota asal Partai Aman Nasional (PAN) kelahiran 28 Mei 1989, yang belum resmi dilantik itu, nantinya akan menyandang sebagai kepala daerah termuda se-Indonesia. 

Wali kota terpilih Adriatma Dwi Putra (ADP) asal Partai Amanat Nasional (PAN) akan menjadi kepala daerah termuda setelah dilantik nanti.

Wali kota terpilih Adriatma Dwi Putra (ADP) asal Partai Amanat Nasional (PAN) akan menjadi kepala daerah termuda setelah dilantik nanti. (antara)

Selain memeriksa ADP, penyidik juga, kata Rudy, berencana akan mengundang ahli pidana. "Itu kan komunikasi pribadi antara telepon dengan telepon. Kami mau pakai saksi ahli apakah personal comunication itu masuk dalam ranah dalam pencemaran nama baik atau tidak," papar dia.

Menurut dia, bila ahli menyebut personal comunication itu tak masuk dalam pencemaran nama baik, maka kasus itu tak bisa dilanjutkan. "Kalau tidak masuk ranah pencemaran nama baik, ya enggak bisa (lanjut)," tambahnya.

Dia menuturkan, korban mempolisikan ADP karena merasa dihina. "Kan dibilang, kalau enggak salah ya perempuan bodoh, dibilang pelacur. Tapi di antara pribadi, bukan di media sosial. Makanya saya akan nanya ke ahlinya dulu. Appakah ini masuk ke ranah itu atau enggak," ucap dia lagi.

Mantan Kapolres Metro Jakarta Barat ini mengaku, dia dan penyidiknya telah memiliki bukti percakapan antara pelapor dan terlapor. Nantinya itu akan diserahkan ke ahli untuk dicek. "Harus dibuktikan apakah ranah pidana atau enggak," tukas dia. 

Sebagaimana diketahui, korban mengaku sudah berulang kali ditiduri namun tak kunjung dinikahi. Merasa dipermainkan dan diberi harapan palsu, Tata akhirnya lapor polisi.

Tata yang mengenal ADP sejak tahun 2016 merasa tidak terima dirinya dihina dan dicaci maki oleh ADP saat menagih janji nikah siri. 

Sebab Ketua Barisan Muda Partai Amanat Nasional (BM PAN) ini, pernah berjanji akan menikahinya secara siri pada Juni lalu. Namun hingga sekarang janji itu tak kunjung direalisasikan. 

Merasa masih punya kesabaran, Tata kemudian kembali menagih janji tersebut pada Juli lalu. Namun bukan kepastian yang Ia dapatkan, Tata justru mendapat kata-kata hinaan menyakitkan dari ADP.

“Saat dihubungi itu malah mencaci maki dengan kata-kata pelacur, orang miskin, bego, begitu lah. Makanya dia enggak terima dan melapor,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono .

Argo menjelaskan, Destiara alias Tata menjalin hubungan dengan ADP pada tahun 2016. Hubungan terus berlanjut, hingga akhirnya Tata dijanjikan akan dinikahi secara siri.

Bukan tanpa alasan Tata merasa panik. Sebab, pada 14 Juni 2017, dia mengaku masih berhubungan badan dengan ADP di Hotel Marina Bay Sand Singapura. 

Setelah berhasil menghubungi ADP, Tata yang kerap tampil seksi di akun instagramnya ini malah dihina dan dicaci maki. Tak terima, Destiara kemudian melaporkan ADP ke Polda Metro Jaya (PMJ), Selasa (8/8) malam.

Tata menuding ADP telah melakukan pencemaran nama baik dan atau penghinaan (pasal 310, 311, dan atau pasal 315 KUHP).

Laporan dari model kelahiran Jakarta 23 Desember 1988 ini tercantum dalam LP/3733/VIII/2017/PMJ/Dit.Reskrimum Tanggal 08 Agustus 2017.

Selain bukti rekaman, Tata yang merupakan mantan caleg DPR RI daerah pemilihan (dapil) Jabar VIII yang meliputi Kabupaten serta Kota Cirebon juga Indramayu itu, memiliki beberapa foto mesra bersama si Wali Kota asal PAN yang merupakan anak dari Pak Walkot periode sebelumnya.

ADP yang merupakan kelahiran Kendari, 28 Mei 1989 kemudian menikah dengan puteri mantan Bupati Konsel, Drs H Imran MSi, yakni dr.Hj. Siska Karina Imran, SKM.

Pria penghoby basket ini juga merupakan Ketua Barisan Muda PAN Sulawesi Tenggara, periode Tahun 2012 – 2017. Sekaligus Sekertaris Umum PAN Sultra, periode 2015 – 2020.

Saat maju di pilkada Kendari, Adriatma Dwi Putera dan Sulkarnain (ADP & SUL) dan diusung oleh PAN, PKS dan PKB.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari menetapkan pasangan Adriatma Dwi Putra dan Sulkarnain sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari periode 2017-2022 dalam rapat pleno terbuka di salah satu hotel di Kota Kendari, Jumat (7/4/2017).

Penetapan pemenang Pilakda Kendari itu dilaksanakan setelah Mahkamah Konstitusi (MK) dengan menolak gugatan pasangan calon (paslon) nomor urut 1 Abdul Rasak- Haris Andi Surahman pada Selasa (4/4/2017).

Sampai berita ini diturunkan, JawaPos.com yang mencoba mengkonfirmasi persoalan ini ke ADP, masih belum mendapatkan jawaban. Tak ada balasan pesan ke nomer telpon ADP. Telpon pun dialihkan.

(dms/elf/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP