Rabu, 20 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Ekonomi

Alasan Pemerintah Kenakan Cukai Pada Kantong Plastik

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (pixabay.com)

JawaPos.com - Pemerintah merencanakan penerimaan cukai plastik di 2018 dengan target Rp 500 miliar. Target itu tertuang dalam RAPBN 2018. Jika program ini terealisasi, maka masyarakat harus bersiap-siap merogoh kocek lebih untuk plastik itu.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi menjelaskan, kenapa pemerintah menargetkan penerimaan cukai plastik. Pertama, pemerintah menginginkan pengendalian atas sampah plastik yang setiap tahun kian meningkat. Sebab sampah plastik sangat sulit diurai oleh tanah.

"Kebijakan ini tujuannya untuk pengendalian dimana untuk mengurangi sampah plastik kresek dari lingkungan," ujarnya di Jakarta, Kamis (17/8).

Kedua, pemerintah juga ingin membiasakan masyarakat agar menggunakan plastik yang ramah lingkungan. Salah satunya bisa menggunakan bioplastik maupun kantong kertas. "Diarahkan ke sana," kata dia.

Saat ini, ada beberapa cara untuk mewujudkan kebijakan tersebut. Salah satunya dengan pengenaan tarif pada kantong plastik yang tidak ramah lingkungan. "Jadi nanti pasti dibedakan antara pengenaan tarif kepada industri yang menggunakan Plastik ramah lingkungan dan tidak," terangnya.

Selain itu, pemerintah juga akan memberikan insentif fiskal kepada pabrik pengolahannya berupa bebas bea masuk dari barang dan modalnya. "Untuk bisa set up pabriknya kita bisa mendorong dengan insentif fiskalnya. Seperti fasilitas dari BKPM yaitu bebas bea masuk dari barang modalnya," jelas dia.

"Sebaliknya bagi industri yang tidak ramah lingkungan pasti kita harus dorong supaya bisa jadi ramah lingkungan," sambungnya.

Meski demikian, sebelum semua itu dilakukan, pihaknya harus berdiskusi dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk meminta persetujuan. "Kita menunggu diskusi dengan komisi XI," pungkasnya.

(cr4/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP