Rabu, 20 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Jokowi Pakai Baju Adat Bugis, Songkoknya Saja Sudah Rp 80 Juta

| editor : 

Presiden Jokowi mengenakan pakaian adat Bugis didampingi Wapres Jusuf Kalla yang mengenakan pakaian adat Jawa

Presiden Jokowi mengenakan pakaian adat Bugis didampingi Wapres Jusuf Kalla yang mengenakan pakaian adat Jawa (fajaronline.com/JawaPos.com)

JawaPos.com — Nuansa sidang tahunan MPR/DPR/DPD di Gedung Nusantara, Jakarta yang digelar Rabu (16/8) kemarin terasa lain. Untuk pertama kalinya sejak menjabat, Presiden RI, Joko Widodo dan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla memakai baju adat pada sidang tersebut.

Jokowi mengenakan pakaian khas suku Bugis-Makassar, berupa jas tutup hitam, dilengkapi sarung sutra dengan warna dominan merah, serta Songkok To Bone.

Sementara orang nomor dua RI, JK mengenakan kostum nuansa khas Jawa, berupa jas hitam dipadukan dalaman putih. Kemudian bagian bawah berupa sarung batik dengan dominan warna cokelat dengan blangkon pada kepala. Artinya keduanya bertukar baju adat dari latar belakang asal masing-masing.

Sejumlah orang di Sulsel terlibat menyiapkan pakaian adat orang nomor satu Indonesia ini. Pakaian Jokowi disiapkan pemerintah Sulsel. Plt Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Setda Sulsel, Muhammad Hatta, membeberkan produksi baju, songkok, dan sarung berbeda-beda tempat. "Songkok dari Bone, sarung dari Wajo, baju dari Makassar," sebut dia sebagimana dilansir dari Fajar (Jawa Pos Group).

Dari mana Songkok To Bone yang dikenakan Jokowi? Songkok orang Bugis ini rupanya dibeli langsung dari Bone. Terbuat dari lapisan emas, atau biasa disebut pamiring ulaweng.Tingginya 8 sentimeter.

Kepada Fajar, Ramli sang pengusaha Songkok To Bone yang berdomisili di Desa Paccing, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone sekaligus pembuatnya menjelaskan, proses pembuatan Songkok To Bone yang dipakai Jokowi dikerjakan selama sebulan dengan melibatkan keluarganya sebagai pekerja.

"Orang gubernur yang pesan. Katanya pesanan untuk Pak Jokowi. Dengan tinggi lapisan emas 8 sentimeter. Harga per sentimeter Rp 10 juta. Total Rp 80 juta dengan kadar emas 90 persen," jelas Ramli, Rabu,(16/8).

Ramli pantas merasa bangga karena Songkok To Bone yang dikerjakannya dipakai Presiden RI. "Sangat bangga dan senang beliau pakai hasil kerajinan turun temurun keluarga kami," akunya.

Setali tiga uang, pekerja Songkok To Bone yang juga anak pertama Ramli, Ratna menambahkan, ada lima pekerja yang terlibat dalam proses pembuatan songkok tersebut. "Ada yang mengurus bagian hitam, anyaman emas, tarikan emas, pinggiraan, dan atasan kuning," tuturnya.

Bagaimana pakaiannya? Ini tidak lepas dari peran Ayunsri Harahap, istri Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, dan Andi Diana Beso Manggabarani atau akrab disapa Puang Diana.

"Saya juga kaget, diminta ibu gubernur mencari kain dan membuat ikat pinggang atau pa'bekkeng untuk dipakai presiden," ujar Andi Diana.

Praktis saat itu juga Andi Diana bekerja keras mencari kain dan berkoordinasi dengan Ayunsri untuk bahan jas tutup yang akan dikenakan Jokowi, termasuk membikin sendiri pa'bekkeng (ikat pinggang) yang didominasi warna emas selama satu hari satu malam.

"Pa'bekkeng yang dikenakan Pak Jokowi itu saya kerjakan sendiri. Handmade, selama satu hari penuh saya selesaikan dan hasilnya sangat membanggakan," terang istri dari Andi Syafiuddin Makka ini.

Sementara sarung sutera merupakan pilihan Ayunsri. Jas tutup warna blue navy menurut Andi Diana dipilih langsung oleh Jokowi. "Awalnya kami mengirimkan beberapa warna, Pak Presiden sendiri yang memilih warna itu," ujar Andi Diana yang menyebut kain untuk jas tutup presiden merupakan kain Tallasa atau kain yang bercahaya. Jenis kain tersebut memang biasanya digunakan oleh raja-raja pada upacara khusus.

Sebenarnya, ada tiga kandidat pakaian tradisional, yakni Aceh, Kalimantan Tengah, dan Sulsel. "Presiden memilih pakaian adat dari Sulsel. Kami belum tahu pertimbangannya," jelas Muhammad Hatta yang juga mantan Sekretaris Bapenda Sulsel.

Mantan Ajudan SYL Empat Kali Rapikan Pakaian Jokowi Kepala UPT Penghubung Bali Perwakilan Sulsel, Jamil Baharuddin, merupakan orang yang memakaikan pakaian itu langsung kepada Presiden.

(sad/jpg/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP