Senin, 25 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Ekonomi

HET Beras Ditolak Pengusaha, Ini Kata Mendag Enggartiasto

| editor : 

Ilustrasi gudang beras

Ilustrasi gudang beras (DOK. JAWA POS)

JawaPos.com -  Beberapa waktu lalu Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mencabut kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras. Seperti yang diketahui, dari HET itu Rp 9.000 per Kg adalah harga beras kelas medium dan Rp 11.500 per Kg untuk beras premium. Keputusan tersebut saat ini kembali dikaji pemerintah.

Sayangnya, kebijakan tersebut menuai banyak protes dari para pengusaha. Menanggapi hal tersebut, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita enggan mempermasalahkanya. Menurut dia, wajar banyak pengusaha yang melakukan protes karena margin mereka tergerus.

"Setiap orang yang berkurang labanya pasti komplain," ujarnya di Kantor Pusat Pajak, Jakarta, Rabu (16/8) malam.

Saat ini, pembahasan HET masih terus digodok. Butuh waktu yang tepat sebelum memutuskan ketetapan dalam harga tersebut.

"Belum (selesai). Kemarin rapat. Belum itu (diundangkan), kan kita masih rapat, gula saja sekian lama, berbulan-bulan," kata dia.

Soal keberatan pedagang terhadap HET, pihaknya mengklaim hanya mengakomodasi kualitas untuk dua jenis saja, yakni medium dan premium, sampai sejauh ini Kemendag belum berencana mengubahnya. 

"Tapi nanti ada satu lagi jenis beras yang ditetapkan Mentan. Yaitu beras khusus seperti beras Rojolele," pungkasnya.

(cr4/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP