Jumat, 22 Sep 2017
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Kembalikan Kerugian Korban First Travel, Bareskrim Harus Gandeng PPATK

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Sampai hari ini belum ada kejelasan bagi 35 ribu korban penipuan First Travel soal dana yang telah disetorkan. Mereka semua berharap dana umrah yang ada di First Travel bisa dikembalikan.

Apalagi Bareskrim telah membuka delapan rekening First Travel dan hasilnya hanya tersisa Rp 1,3 juta. Padahal kerugian korban mencapai Rp 550 miliar.

Pengamat hukum pidana Tito Hananta Kusuma menerangkan, Bareskrim harus secepatnya bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Bareskrim harus bekerja super cepat dengan mengajak PPATK dan OJK untuk memblokir semua aliran transaksi First Travel," kata dia kepada JawaPos.com, Rabu (16/8).

Terlebih kata dia Bareskrim sempat menyatakan bila pelaku sudah tak mampu lagi mengembalikan uang korban. Setidaknya kata dia, penyidik harus mengusahakan agar kerugian korban tertutupi.

"Hal ini untuk melindungi kepentingan para konsumen," tambah pengamat hukum dari Binus University dan kuasa hukum sejumlah korban penipuan itu.

Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Herry Rudolf Nahak pesimis kerugian itu bisa dikembalikan oleh pelaku. Apalagi melihat hasil penyitaan aset dari rekening pelaku yang hanya tersisa Rp 1,3 juta.

"Jadi mereka itu (pelaku) sudah tidak mampu lagi (mengembalikan kerugian)," kata dia ketika dikonfirmasi JawaPos.com, Senin (14/8).

Saat ini lanjut dia, penyidik masih mendalami keterangan pasutri itu dalam bisnis yang merugikan calon jamaah itu. "Keduanya masih kami periksa, kami terus gali keterangannya," tambah dia.

Total ada delapan rekening yang disita penyidik. "Saldonya ada kurang lebih Rp 1,3 juta. Saya belum bisa jawab aliran dana di rekening itu ke mana," kata Herry.

(elf/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP