Sabtu, 23 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Internasional

Perang Narkoba: 32 Orang Tewas Dalam Semalam

| editor : 

PEMANDANGAN BIASA: Warga melihat mayat terduga bandar narkoba yang terbunuh di Manila, Filipina.

PEMANDANGAN BIASA: Warga melihat mayat terduga bandar narkoba yang terbunuh di Manila, Filipina. (Noel Celis/AFP)

JawaPos.com – Perang Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, untuk memberantas narkoba belum akan usai. Pemberantasan pengedar dan pengguna narkoba yang langsung berujung eksekusi terus berlanjut.

Prosedurnya pun tidak kenal iba. Pada Senin (14/8) malam sampai Selasa (15/8) dini hari misalnya. Dalam waktu tidak sampai 24 jam itu, polisi membunuh 32 orang dalam penyerbuan di dekat kota Manila. Itu adalah malam paling berdarah sejak Duterte menggaungkan perang melawan narkoba.

Polisi senior superintenden Romeo Caramat mengatakan kalau pihaknya menerjunkan 64 polisi di berbagai lokasi di Provinsi Bulacan. ”Ada 32 tersangka tewas setelah bentrok dengan polisi. Semantara 109 lainnya ditahan,” katanya. Dalam penyerbuan itu polisi juga menyita 21 senjata api dan sabu-sabu.

Bulacan adalah provinsi yang berada di utara Manila. Populasinya mencapai 3,3 juta penduduk dan mencatatkan rekor penangkapan dan membunuhan tersangka pengedar dan pengguna narkoba.

Berdasarkan data pemerintah, sejak Duterte menjabat sebagai presiden tahun lalu sampai 26 Juli 2017, sudah ada 3.451 “tersangka narkoba” yang dibunuh dalam operasi kepolisian.

Perang narkoba ini menimbulkan pro-kontra di dalam negeri. Aktivis HAM menyatakan aksi Duterte tidak bisa dilanjutkan. Namun, bagi sebagian masyarakat Filipina, mereka mendukung tindakan orang nomor satu di Filipina itu.

Bagi keluarga tersangka yang tewas, mereka tidak bisa melakukan banyak hal. Seorang ibu yang anaknya ditembak mati mengatakan kalau anak lelakinya bukanlah pengedar narkoba. Dia memang mengaku mengonsumsi ganja namun itu sudah dinyatakan bersih oleh pihak berwenang tiga bulan sebelum akhirnya dia dibunuh. (*)

(tia/The guardian/BBC/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP