Jumat, 22 Sep 2017
JawaPos.com Icon
Politik

Lumayan Nyelekit, Fadli Zon Kritik Pidato Jokowi Soal Lembaga Negara

| editor : 

Fadli Zon

Fadli Zon (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengkritisi pidato Presiden Joko Widodo saat sidang tahunan MPR. Khususnya yang menyebut tidak ada satu lembaga negarapun yang memiliki kekuasaan absolut dan memiliki kekuasaan yang lebih besar dari lembaga negara yang lain.

Menurut dia, memang tidak ada lembaga yang absolut. "Kalau secara normatif kan tidak ada yang absolut. Yang menjadi kritik praktiknya yang absolut yang bisa mengarah pada abuse of power," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/2).

Fadli berpendapat, untuk melihat kekuatan absolut yang mengarah abuse of power ada pada pembubaran sejumlah organisasi masyarakat.

"Misalnya beberapa kritik terakhir termasuk persoalan peradilan dalam melihat ormas, kemudian penangkapan. Itu kan praktiknya yang semestinya dijamin konstitusi," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyinggung soal kekompakkan, sinergi, dan kerja sama antar lembaga. Itu disampaikannya saat berpidato dalam dalam sidang tahunan MPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, hari ini, Rabu (16/8).

Dia yakin dengan kekompakan, sinergi, dan kerja bersama itu, tidak akan memperlemah tugas dan tanggung jawab konstitusional yang dijalankan oleh setiap lembaga negara, tetapi justru memperkuat dalam memenuhi amanah rakyat.

"Dalam semangat persatuan Indonesia itu, lembaga-lembaga negara justru bisa bekerja dengan lebih baik, bila saling mengingatkan, saling kontrol, saling mengimbangi dan saling melengkapi," tuturnya.

Jokowi pun menegaskan tidak ada satu lembaga negarapun yang memiliki kekuasaan absolut. Atau memiliki kekuasaan yang lebih besar dari lembaga negara yang lain.

Itu lah yang menunjukkan jati diri bangsa kdalam bernegara. Kekuatan bangsa dalam menghadapi setiap tantangan. "Inilah keunggulan bangsa kita dalam menghadapi masa depan. Kekuatan yang juga terefleksikan dalam 72 tahun perjalanan bangsa dan negara kita," sebut dia.

(dna/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP