Rabu, 20 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Internasional

Bikin Kaget, Ada Jugun Ianfu Bertebaran di Bus

| editor : 

KAGET: Seorang bocah terkejut melihat patung seorang perempuan yang  berada di dalam bus Senin (14/8)  Patung tersebut memang dipasang hingga September nanti untuk mengingatkan publik terhadap keberadaan jugun ianfu di Korsel.

KAGET: Seorang bocah terkejut melihat patung seorang perempuan yang berada di dalam bus Senin (14/8) Patung tersebut memang dipasang hingga September nanti untuk mengingatkan publik terhadap keberadaan jugun ianfu di Korsel. (JUNG Yeon-Je/AFP PHOTO)

JawaPos.com - Lima bus di Seoul, Korea Selatan (Korsel), Senin (14/8) memiliki penumpang yang tidak biasa. Bukan manusia, melainkan patung seorang gadis yang mengenakan baju tradisional Korsel, hanbok.

Patung tersebut sengaja ditaruh sebagai bagian dari rangkaian acara peringatan International Comfort Women Day. Comfort women alias jugun ianfu adalah para perempuan yang dijadikan budak seks oleh tentara Jepang saat Perang Dunia II.

”Ini didesain untuk mengingatkan penduduk Korsel akan penderitaan yang dilalui para perempuan tersebut,” ujar Kepala Dong-A Traffic Service Rim Jin-wook yang mengorganisasi aksi tersebut. Setiap kali melewati kantor kedutaan Jepang, bus itu akan memainkan lagu tradisional Korsel yang berjudul Arirang. Kadang juga berupa siaran tentang perbudakan seksual yang dilakukan Jepang.

Di pusat kota, kelompok yang tergabung dalam Korean Council for the Women Drafted for Military Sexual Slavery by Japan menggelar aksi lainnya. Mereka memajang 500 patung gadis jugun ianfu di Cheonggye Stream Square, Seoul.

Patung-patung tersebut berada di sana sejak pukul 08.00 waktu setempat dan berakhir 8 jam 14 menit kemudian sebagai simbol Hari Jugun Ianfu yang jatuh pada 14 Agustus atau sehari sebelum kemerdekaan Korsel dari Jepang.

Sebanyak 239 patung berukiran nama-nama para mantan jugun ianfu dari Korsel. Sementara itu, yang tak bernama sisanya adalah perempuan yang berasal dari Korut. Patung-patung tersebut akan dibagikan kepada para donatur yang menyumbangkan setidaknya 50 ribu won atau setara dengan Rp 587 ribu untuk membantu jugun ianfu yang masih hidup.

Jepang memang sudah meminta maaf atas kasus jugun ianfu itu. Namun, para aktivis di Korsel belum bisa melupakan begitu saja. Bahkan, mereka tidak terima saat pemerintah Korsel dan Jepang sepakat untuk melupakan kasus tersebut. Sebagai gantinya, negara yang dipimpin PM Shinzo Abe itu membayar ganti rugi 1 miliar yen atau sekitar Rp 120,7 miliar. (*)

(AFP/Yonhap/sha/c16/any)

Sponsored Content

loading...
 TOP