Rabu, 20 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Internasional

Postingan Obama Ini Jadi Tweet Paling Banyak Likes Sepanjang Sejarah

| editor : 

PALING BANYAK LIKES: Postingan ini paling kena.

PALING BANYAK LIKES: Postingan ini paling kena. (Twitter Barack Obama)

JawaPos.com – Mantan presiden Amerika Serikat Barack Obama mungkin tidak terlalu rajin posting di Twitter. Tidak seperti presiden AS terkini Donald Trump. Namun, Obama tidak kehilangan pesonanya.

Status Twitter Obama mengenai aksi kekerasaan saat pendukung nasionalis kulit putih menyerang demonstran anti-rasisme menjadi tweet yang paling banyak disukai.

Ada 2,43 juta klik yang me-likes postingan itu. Angkanya pun terus bertambah. Dalam postingan yang merujuk pada kekerasan di Charlottesville, Virginia, Obama mengutip apa yang pernah dikatakan oleh Nelson Mandela.

LUMAYAN: Postingan Donald Trump.

LUMAYAN: Postingan Donald Trump. (Twitter Donald Trump)

”Tidak ada seorang pun yang terlahir dengan membenci orang lain karena warna kulit atau latar belakangnya, atau agamanya,” tulis Obama. Dalam postingan itu, bapak dua anak itu juga memasang fotonya saat menyapa anak-anak yang berbeda kulit.

Postingan itu menjadi postingan paling disukai kedua sejak Twitter dilaunching kali pertama. Setelah itu, Obama memposting dua tweet lagi. Dan keduanya juga mendapat likes yang membahana. Yang satu meraih sejuta likes dan lainnya 900 ribu likes.

Dalam insiden di Charlottesville, seorang perempuan tewas dan belasan lainnya terluka setelah seorang pendukung nasionalis kulit putih dengan sengaja menabrakkan mobilnya ke arah peserta aksi anti-rasisme.

Lantas, bagaimana dengan Trump yang juga memposting hujatan atas aksi kekerasan itu? Tetap ada yang me-likes. Tetapi tidak banyak. Hanya 186 ribu saja. Lumayan lah daripada tidak ada sama sekali.

Postingan Obama memang mudah mendulang likes. Dalam daftar 10 postingan Twitter yang paling banyak likes, ada enam tweet Obama yang berada di daftar itu. Dua postingan saat dia masih menjabat sebagai persiden, selebihnya setelah tidak lagi menjabat. (*)

(tia/USA today/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP