Rabu, 20 Sep 2017
Logo JawaPos.com
Features

Jejak Wirdjo si Pembantai dari Banyuwangi (5)

Banyak Warga Percaya Arwah si Pembunuh Itu Masih Gentayangan

| editor : 

Lokasi tempat Wirdjo mengakhir hidunya sendiri dengan cara gantung diri. Kni Lokasinya jadi angker.

Lokasi tempat Wirdjo mengakhir hidunya sendiri dengan cara gantung diri. Kni Lokasinya jadi angker. (Bagus Rio/Radar Banyuwangi)

JawaPos.com - Insiden berdarah di Kabupateng Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) yang sudah berlangsung 30 tahun lalu itu, masih membekas di benak sebagian masyarakat lokal setempat.

Bahkan, sepak terjang pemuda asli Watu Buncul ini juga mengundang sejumlah orang luar Banyuwangi untuk datang ke makam Wirdjo.

Bahkan, yang datang dari orang Banyuwangi sendiri, tapi juga dari hingga wilayah lain seperti Rogojampi dan sekitarnya. Bahkan, beberapa peziarah juga datang dari sejumlah kota lain seperti Trenggalek, Tulungagung, hingga Jombang.

Mereka datang ke tempat ini dengan ragam alasan. Ada yang sekadar ingin tahu makam si pembantai berdarah dingin itu, sampai ada juga yang menghubungkannya dengan dunia mistis.

Pengunjungnya pun tidak hanya masyarakat biasa, mereka yang datang ke makam Wirdjo pun banyak juga yang berstatus paranormal.

Namun rata-rata mereka mundur setelah mengetahui sepak terjang Wirdjo dan akhir hidupnya yang terbilang cukup dramatis itu.

Sutedjo sendiri tidak mempermasalahkan ada orang yang datang untuk melihat makam keponakannya. Saat dia diminta mengisahkan perjalanan Wirdjo, dia masih dengan lugas menjelaskan rekam jejak kejadian yang menjadi bagian pengalaman hidupnya.

“Ada yang datang, ya saya antar ke sana. Makamnya tidak jauh dari sini (rumah). Itu masih pemakaman keluarga. Banyak juga yang enasaran dengan kisah hidup Wirdjo,” tandasnya.

Sementara itu, lokasi sungai tempat ditemukan Wirjo gantung diri saat ini sudah tertutup ilalang dan ranting kayu kering. Saat tim mencari lokasi itu, dua warga setempat, Saroji dan Mustari menunjukkan lokasi tersebut. 

Hingga tiba pada sungai yang merupakan lokasi penemuan Wirdjo di Dusun Concrong, Kecamatan Giri. Lokasi tersebut masih belum banyak terjamah orang. 

Tempatnya berdekatan dengan areal persawahan. Persis di bawah lokasi Wirdjo gantung diri itu ada sebuah sumber air. Lokasi ini pada 30 tahun silam memang sangat sulit dijangkau. 

Saat itu, tidak ada seorang pun yang mau atau melewati lokasi jika tidak terpaksa. Banyak warga yang percaya, di bawah tempat Wirdjo gantung diri itu banyak ikan air tawar.

Hingga kini, lokasi tersebut tidak bisa dilewati oleh sepeda motor atau pun kendaraan lainnya. Lokasi ini hanya bisa dijangkau berjalan kaki.

Dari lokasi tempat kendaraan parkir, pengunjung jalan kaki cukup jauh dan harus menyeberangi sungai dengan aliran yang deras. Tanah yang di pinggir sungai tersebut sudah sedikit terkikis oleh air yang mengalir deras. 

"Awalnya tanah sebelah utara dan selatan ini bersatu atau gabung," ujar Mustari, 65, warga Dusun Concrong.

Mustari mengatakan, tanah tersebut lama kelamaan ambles. Hingga saat ini, tidak pernah seorang pun yang berani menginjak bahkan mengarahkan tangannya ke lokasi tersebut.

“Banyak orang yang percaya jika menunjuk atau mengarahkan tangannya ke tempat tersebut, maka akan dihantui oleh arwah Wirdjo," katanya.

Mustari menambahkan, hingga sekarang bermacam kisah seputar Wirdjo masih terus berkembang di masyarakat, karena aksi Wirdjo yang tanpa ba bi bu saat membantai korbannya. “Setiap orang Wirdjo langsung menyabetkan jombretnya," cetusnya.

(dms/jpr/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP