Kamis, 21 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Internasional

Big Ben Hiatus Berdentang Selama Empat Tahun, Ini Alasannya

| editor : 

Big Ben

Big Ben (REUTERS/Neil Hall)

JawaPos.com – Senin depan (21/8), tepat pukul 24.00 waktu Inggris, lonceng Big Ben berdentang untuk kali terakhir. Setelah itu, selama empat tahun ke depan, menara jam yang terletak di ujung utara Westminster Palace alias kompleks parlemen tersebut bakal bisu. Sebab, seluruh komponen jam, termasuk mesinnya, bakal dibersihkan dan diperbaiki.

Kemarin (14/8) Steve Jaggs, pegawai pemerintah yang bertugas mengurusi Big Ben, menyatakan bahwa proyek konservasi kali ini memakan waktu paling lama ketimbang pemeliharaan-pemeliharaan sebelumnya. Sebagai juru kunci, Jaggs mendapatkan julukan Keeper of the Great Clock.

Tentang perawatan dan pemeliharaan menara jam setinggi 96 meter itu, Jaggs-lah yang tahu paling banyak.

’’Konservasi kali ini sangat penting untuk menyelamatkan fungsi Big Ben. Selain lonceng dan jarum jam serta mesinnya, pemerintah akan membersihkan dan merawat Elizabeth Tower yang menjadi rumah jam besar tersebut,’’ terangnya.

Selama 157 tahun berfungsi, baru kali ini Big Ben akan diam selama empat tahun. Sebelumnya, perawatan dan pemeliharaan lonceng berbobot sekitar 13,7 ton itu hanya butuh waktu beberapa hari atau beberapa pekan. Sebenarnya, menurut Jaggs, Big Ben tidak benar-benar berhenti berfungsi.

Jam besar tersebut tetap berdetak, tapi tidak akan ada bunyi khas lonceng yang terbuat dari timah dan tembaga itu.

Mulai Senin depan sampai 2021, jam besar tersebut digerakkan motor elektrik. Satu di antara empat wajah Big Ben bakal tetap berfungsi normal. Dengan demikian, masyarakat tetap bisa menjadikan Big Ben sebagai acuan waktu meski sedang diperbaiki.

Sementara lonceng besarnya diistirahatkan, empat lonceng berukuran lebih kecil di dalam menara jam itu juga akan diam. Biasanya, empat lonceng tersebut berbunyi setiap 15 menit. ’’Pada momen tertentu, misalnya tahun baru, lonceng tetap berbunyi,’’ terang jubir House of Commons. Konservasi Big Ben kali ini bakal menelan biaya sekitar GBP 29 juta atau sekitar Rp 503 miliar.

Big Ben sejatinya adalah nama lonceng yang menghuni menara jam empat wajah di salah satu sudut Westminster Palace itu. Nama menaranya adalah Elizabeth Tower. Tapi, sebelum 2012, menara tersebut hanya dikenal dengan nama Clock Tower. Tetenger Kota London itu menjadi bangunan yang paling sering menjadi obyek foto. Baik oleh wisatawan maupun media. (*)

(AFP/Reuters/BBC/hep/c22/any)

Sponsored Content

loading...
 TOP