Senin, 25 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Features

Merasakan Sensasi Berbeda di Barbershop BJ

Konsumen Ada yang Tiba-Tiba Lari, namun Jamin Tak Berbahaya

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Pixabay.com)

JawaPos.com - Sebuah inovasi wajib dimiliki dalam menjalankan usaha. Terlebih barbershop yang saat ini memang telah menjamur. Namun, Budi Santoso menjalani usaha barbershop dengan metode berbeda. Bila biasanya memangkas rambut menggunakan gunting, dirinya memanfaatkan api guna merapikan rambut pelanggannya. Berani?

Prima Imansyah Permana, BANDARLAMPUNG

TEGANG bercampur khawatir. Mungkin itu yang kita rasakan saat mendapat giliran untuk dipangkas Budi Santoso. Pelanggan harus mengantre untuk mencoba sensasi berbeda dari metode pangkas yang diterapkan Budi.

Berbeda dengan umumnya, Barbershop BJ yang dikelola Budi sekitar sebulan terakhir ini menerapkan metode mencukur dengan memanfaatkan api. Itu yang lantas membuat daya tarik tersendiri dari barbershop yang terletak di Jl. Harimau, Kelurahan Sukamenanti Baru, Kecamatan Kedaton, Bandarlampung, tersebut.

Sekilas, tampilan luar barbershop yang menempati ruko bercat merah tersebut tampak seperti tempat pangkas pada umumnya. Begitu juga layout dalam ruangannya, dua kursi pangkas beserta kaca lengkap dengan peralatannya, plus satu tempat cuci rambut. Tak lupa, lelaki yang akrab disapa Budi Popay ini juga turut menempel foto-foto model potongan rambut terkini.

Yang membedakan, di barbershop tersebut kita bisa merasakan sensasi potong rambut dengan metode api.

Awalnya, rambut dicukur seperti biasa dengan menggunakan mesin, sisir, dan gunting. Setelah bentuk rambut dan model telah sesuai, konsumen akan dibuat sedikit tegang dengan dihidupkannya tongkat api yang disemprot dengan cairan khusus. Dari situ tersembur api cukup besar yang lantas ditempelkan di sekitar rambut secara merata. Tujuannya adalah untuk merapihkan rambut.

Sensasi menegangkan belum selesai. Konsumen kembali dibuat tegang dengan disemprotkannya cairan khusus mudah terbakar ke bagian atas rambut yang dibakar dengan korek api. Di saat itu api menjulang besar di atas kepala kita. Dengan cekatan Budi akan menyisir rambut sang konsumen.

Setelah itu, barulah konsumen bisa kembali rileks. Masih berhubungan dengan api, selanjutnya Budi akan memijat konsumen juga dengan menggunakan metode api penghangat tangan. Tapi kini giliran tangan Budi yang diberi api lalu dipadamkan dan dipijit kebagian dahi, leher, dan kepala konsumen.

Budi menceritakan, selama metode api ini berjalan, sudah banyak konsumen yang mencobanya. Mereka berasal dari berbagai kalangan. Baik anak-anak maupun dewasa. Tak jarang dari mereka menahan rasa takut, bahkan sempat ada yang sampai lari saat api membesar di atas kepala.

Namun, menurut Budi, api tersebut tidak berbahaya dan tak akan membakar kulit. Dia mengaku memiliki perhitungan tersendiri dalam menerapkan metode tersebut. Awal mula ia menggunakan metode api ini, banyak konsumen tidak berani mencoba. Namun setelah mencobanya, tak jarang pengunjung merasa ketagihan.

Untuk harga yang ditanggung konsumen ternyata sama dengan pangkas rambut umumnya. Yaitu Rp20 ribu untuk dewasa dan Rp15 ribu untuk remaja dan anak-anak.

Menurut Budi, ia menerapkan metode api ini dengan bereksprimen hampir satu tahun. Dia terus berusaha mencari formula yang pas dalam meramu cairan yang digunakan dan teknik dalam membakar rambut.

’’Saya telah menggunakan berbagai cairan untuk membakar rambut. pernah bensin, spritus, bensol, dan lainnya. Namun semua itu kurang pas. Kini saya menemukan ramuan cairan khusus yang sesuai untuk metode api ini yang tidak berbahaya,” terangnya seperti dikutip Radar Lampung (Jawa Pos Group) Senin (14/8).

Diakuinya, dia sempat memanfatkan rekan sekitarnya sebagai media percobaan. ’’Saya coba ke anak, teman, dan saudara awalnya. Kini saya patenkan dan gunakan di barbershop saya ke konsumen,” ucapnya. Dengan menggunkan metode api, menurut Budi potongan rambut akan terlihat lebih rapi dan merata dibandingkan metode potongan biasa.

Budi Popay sendiri telah menggeluti kerja sebagai pangkas rambut sejak lama. Ia pernah buka tempat pangkas rambut di daerah Rawalaut, Kaliawi, Wayhalim, terakhir di Kedaton. Untuk di lokasi saat ini, Budi telah membuka usahanya sejak 2013. ’’Baru di sini (kedaton, Red.) saya lama buka,” ujarnya.

Penggunaan  metode api dalam pangkas rambut, lantaran bosan dengan pangkas rambut cara biasa. Dia ingin  ada kesan sensasi adrenalin, dan membuat rileks konsumen karena merasa tegang dengan proses pencukurannya.

(nas/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP