Selasa, 17 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Metropolitan

Pemotor Dirazia, Pajak Tak Kena Pemutihan

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok.JawaPos)

JawaPos.com - Polda Metro Jaya telah giat menggelar razia pajak kendaraan yang mati. Hampir di seluruh wilayah hukum, mereka menghelat operasi ini.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Halim Pagarra menerangkan, kegiatan ini digelar di lima titik. Yakni Jakarta Pusat, Utara, Selatan, Barat, dan Timur.

"(Razia ini) karena ada pemutihan sampai 31 Agustus, itu yang kami lakukan untuk pengejaran," kata dia ketika dikonfirmasi, Minggu
(13/8).

Dia memastikan bila pengendara yang terjaring razia ini tak akan terkena pemutihan pajak yang dilakukan Pemprov DKI. "Iya, jadi pemutihan itu tidak kena bagi yang kena razia," tegas dia.

Para pelanggar yang terjaring razia menurut Halim bakal dikenakan sejumlah pasal. Bila yang pajak STNK yang mati, maka dikenakan Pasal
68, UU Nomor 22/2009 ayat 1. Kemudian Pasal 270 ayat 2 menyatakan STNK dan TNKB berlaku selama lima tahun, yang dimintakan
pengesahannya setiap tahun.

"Diperjelas dengan peraturan Kapolri Nomor 5/2015 tentang registrasi kendaraan bermotor di ayat 2, STNK berfungsi sebagai
bukti legitimasi pengoperasian kendaraan bermotor. Dipertegas dengan surat kapolri Nomor B700-11-2017 STNK disahkan apabila telah
membayar pajak kendaraan bermotor dan PNBP pengesahan," papar dia.

Jadi kata Halim, apabila tidak dilaksanakan pengesahan maka STNK dinyatakan tidak sah. "Dinyatakan di Pasal 288 ayat 1 yaitu setiap
pengemudi tidak dilengkapi STNK dipidana paling lama dua bulan dan denda paling banyak Rp 500 ribu," papar dia.

Denda itu merupakan paling tinggi bagi pelanggar. "Ya iya demikian antara dua bulan dan Rp 500 ribu," tukas dia.

(elf/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP