Kamis, 19 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Masih Samar, ICW Minta KPK Pastikan Kabar Kematian Saksi Kunci e-KTP

| editor : 

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Aradila Caesar.

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Aradila Caesar. (desyinta Nuraini/Jawapos.com)

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk memastikan kematian saksi kunci kasus e-KTP, Johanes Marliem. Sebab belakangan muncul kabar burung bahwa otoritas Amerika Serikat belum mengkonfirmasi kebenaran kematiannya.

"Publik kan tahunya saksi kunci yang meninggal. KPK harus memberi jawaban ke publik benar atau tidak yang meninggal saksi kunci," ujarnya Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Aradila Caesar di kantornya, Kalibata, Jakarta, Minggu (13/8).

Karenanya, KPK dianggap perlu bekerja sama dengan otoritas Amerika Serikat untuk mengkonfirmasi kematian tersebut. "Makanya kita harapkan, KPK bisa kordinasi dengan kepolisian sana menelusuri kasus ini. Benar nggak Marliem yang meninggal," tutur Aradila.

Jika memang benar yang meninggal adalah Marliem, maka bisa ditelisik lebih lanjut pula penyebab kematiannya. "Meninggalnya wajar atau tidak. Kalau bisa dijelaskan, KPK bisa selamatkan alat bukti," pungkasnya.

Sebelumnya, pada Jumat malam (11/8) malam, publik di Tanah Air dibuat heboh dengan kabar kematian Johannes Marliem. 

Johannes adalah seorang pengusaha yang bergerak di sektor Informasi Teknologi dan menjadi saksi kunci dalam skandal korupsi proyek e-KTP.

Di saat kabar kematian Johannes Marliem kian gencar dibicarakan, KPK belum pula mendapat kepastian. KPK mengaku sudah mendengar informasi serupa. Namun, masih menunggu konfirmasi otoritas berwenang.

(dna/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP