Selasa, 17 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Humaniora

Lagu Indonesia Raya Tiga Stanza Sang Visioner Gelorakan Nasionalisme

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa)

JawaPos.com – Seluruh sekolah mulai bulan Juli 2017 diwajibkan memperkenalkan lagu Indonesia Raya tiga stanza atau versi penuh ciptaan Wage Rudolf Supratman kepada siswa. Urgensi lagu Indonesia Raya tiga stanza sangat penting untuk diterapkan di tengah lunturnya semangat nasionalisme bangsa.

Arus globalisasi saat ini membuat anak muda bisa saja lupa dengan sejarah. Banyak pula masyarakat yang lupa dengan lirik lagu Indonesia Raya satu stanza. Apalagi saat diperkenalkan lagu Indonesia Raya tiga stanza, barangkali masih banyak yang belum mengetahuinya.

“Lunturnya rasa nasionalisme dipengaruhi pelaku birokrat, orang tua, dan lingkungan yang tak memberikan teladan. Bisa juga arus globalisasi yang terlalu banyak tetapi tak bisa difilter. Era media sosial juga banyak mempengaruhi kehidupan saat ini,” tegas Sejarawan Universitas Indonesia (UI) Muhammad Wasith Albar saat berbincang dengan JawaPos.com.

Wasith mendukung kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menggaungkan kembali lagu Indonesia Raya tiga stanza. Jika ditelaah dari maknanya, maka seluruh lirik lagu Indonesia Raya tiga stanza sangat relevan dengan kondisi bangsa terkini.

Wasith mengungkapkan sejarah perjalanan panjang WR Supratman saat menulis lagu bersejarah bagi bangsa saat itu berawal dari kedekatan Supratman dengan dunia jurnalistik. Dulu, Supratman adalah jurnalis surat kabar di Bandung. Supratman merupakan wartawan surat kabar Kaum Muda.

“Untuk bisa memahami, Supratman sangat dekat dengan wartawan, dia jurnalis, dan dekat dengan kaum pergerakan,” jelasnya.

Setelah itu, Supratman terjun ke Kantor Berita Alpena. Namun setelah Alpena tutup, Supratman kemudian bekerja di surat kabar Tionghoa Melayu, Sin Po.

“Lagu Indonesia Raya saat itu diciptakan dan dinyanyikan pada tahun 1928. Sebenarnya sudah disusun secara bertahap sejak tahun 1926. Sebelum merdeka lagu itu sudah diciptakan, memang Supratman itu sangat visioner sekali, saya enggak tahu inspirasi lagu itu dari mana. Namun yang jelas, lagu itu sangat relevan dengan kondisi saat ini,” katanya. (ika)

(ika/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP