Senin, 23 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Besok, Tim KPK Bakal Kawal Penyidik Polri Periksa Novel di Singapura

| editor : 

Juru bicara KPK Febri Diansyah

Juru bicara KPK Febri Diansyah

JawaPos.com - Kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan terus diusut Polri. Bahkan, besok (14/8) Polri dijadwalkan bakal memeriksa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Singapura.

Juru Bicara KPK Ferbi Diansyah membenarkan rencana pemeriksaan itu. Bahkan, penyidik Polri akan dikawal oleh tim KPK.

"Setelah surat dari Polri diterima KPK jumat lalu, koordinasi kami lakukan dan direncanakan pemeriksaan akan dilakukan besok, Senin (14/8) di KBRI Singapura. Selain didampingi tim, besok ada Pimpinan KPK yang juga akan ke Singapura," kata dia ketika dikonfirmasi, Minggu (13/8).

Gedung KPK Jakarta

Gedung KPK Jakarta (Dok.JawaPos.com)

Dia menambahkan bahwa pemeriksaan korban bukanlah syarat ditemukannya pelaku penyerangan. Namun KPK berharap setelah ini akan ada titik terang.

"Agar pelaku penyerang bisa diproses segera, dan kemudian aktor intelektual bisa ditemukan. Apalagi beberapa waktu sebelumnya Presiden telah menunjukkan perhatian yang kuat untuk pengungkapan kasus ini," tambahnya.

Diketahui bahwa sudah lebih dari 120 hari sejak Novel diserang 11 April 2017. Beberapa hari menjelang rencana operasi besar mata kiri kamis 17 Agustus 2017 mendatang, Novel mengatakan sejak awal bersedia untuk memberikan informasi dan diperiksa.

Sejumlah informasi yg dimiliki Novel pun pernah disampaikan pada penyidik yang ke Singapura sebelumnya. Untuk rencana operasi dan apapun yang akan terjadi setelah itu, Novel ikhlas.

"KPK dan keluarga juga berharap doa dari seluruh pihak agar operasi dan segala perawatan berhasil, dan para penegak hukum diberikan kekuatan untuk mengungkap kasus ini," lanjut dia.

Selain itu dia berharap pemberantasan korupsi, termasuk penanganan kasus E-KTP yang pernah ditangani Novel semakin maju. "Hal ini untuk mengungkap aktor utama yang merugikan keuangan negera triliunan rupiah itu," tukas dia. 

(elf/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP