Kamis, 19 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Bisnis

Petani Menjerit, Harga Pupuk Tak Sesuai HET

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com – Pemerintah harus memperhatikan harga pupuk dan obat-obatan pertanian. Pasalnya, saat ini kenaikan harga pupuk dan obat tani non subsidi sesuai keinginan produsen.

Pengamat pertanian, H Masroni mengatakan, pemerintah seharusnya mematok harga eceran tertinggi (HET) untuk pupuk dan obat tani. Sementara untuk harga gabah, diserahkan pada mekanisme pasar.

Sebab, dengan HET gabah yang ada saat ini, yakni Rp3.700 sangat merugikan para petani dan justru menguntungkan para tengkulak.

“Kalau harga gabah sedang bagus, ya hanya Rp5.000 per kilogram. Itu pun ke tengkulak bukan pemerintah. Nah justru yang perlu ditekan dan diawasi ini harga pupuk dan obat, karena kenaikannya bebas ditentukan produsen,” ujarnya.

Sementara, salah satu petani, Casdi (38) mengatakan harga gabah idealnya di atas Rp4.000 per kilogram. Sementara, untuk harga pupuk dan obat pertanian non subsidi idealnya diawasi oleh pemerintah dan dipatok harga eceran tertinggi.

“Karena harga pupuk non subsidi dan obat kadeng saat tertentu mengalami kenaikan yang signifikan. Jadi bukan hanya gabah saja yang juga diperhatikan, tapi juga harga pupuk dan obat juga harus diawasi,” tuturnya seperti dilansir Radar Indramayu (Jawa Pos Group).

(yuz/jpg/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP