Selasa, 17 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Ekonomi

KEIN Jelaskan Perlambatan Daya Beli Kelas Atas dan Kelas Bawah

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok.JawaPos.com)

Jawapos.com - Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Hendri Saparini meminta pemerintah menaruh kewaspadaan terhadap potensi penurunan daya beli kelompok atas dan kelompok bawah. Menurut dia, masih besar kemungkinan kedua jenis kelompok tersebut menurun.

"Kalau yang mengalami pengurangan konsumsi tadi adalah kelompok atas, atau kelompok bawah, dua-duanya perlu diwaspadai," ujarnya di Jakarta, Sabtu (12/8).

Kelompok atas, lanjut Hendri, mengalami kebimbangan yang tidak terlalu besar seperti kelompok bawah. Mereka masih memiliki cara untuk mengalihkan daya beli mereka seperti investasi maupun tabungan.

"Bisa jadi mereka lakukan investasi sehingga mereka menahan daya beli. Walaupun pada saat yang atas mengurangi daya beli, yang netes ke bawah berkurang," kata dia.

Sementara itu untuk kelas bawah, kemungkinan terjadinya penurunan daya beli karena respon dari beberapa kebijakan pemerintah.

Sebut saja kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), Bahan Bakar Minyak (BBM), harga sembako, serta biaya pendidikan yang meningkat karena berbarengan dengan dimulainya tahun ajaran baru.

"Yang paling penting adalah kenaikan TDL dan biaya pendidikan. Jadi ini memang fakta kok sampai semester 1 tumbuh tinggi, jadi mereka ada kekhawatiran tadi," jelas dia.

Untuk itu, agar perlambatan daya beli bisa teratasi, dirinya meminta semua pihak untuk tidak terus-menerus mempersalahkannya. Hal itu dikhawatirkan akan membuat masyarakat meresponnya dengan tidak baik.

*Agar perlambatan ini segera berbalik, jangan didebatkan data menunjukkan demikian," tandasnya.

(cr4/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP