Kamis, 19 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Internasional

Ini Dia, Kue Bolu Berusia 106 Tahun

| editor : 

TERJAGA: Kawasan Antartika yang superdingin memastikan kue ini terjaga keawetan bentuknya. Kata ilmuan, kondisinya sempurna.

TERJAGA: Kawasan Antartika yang superdingin memastikan kue ini terjaga keawetan bentuknya. Kata ilmuan, kondisinya sempurna. (ANTARCTIC HERITAGE TRUST)

JawaPos.com – Benua Antartika adalah salah satu lingkungan paling keras di bumi. Namun bagi kue bolu buah, kondisi keras itu ternyata membantunya tetap bertahan. Ya Antarctic Heritage Trust berhasil menemukan kue bolu buah Inggris yang diduga berusia 106 tahun.

Tim penyelidik lembaga itu menemukan kue tersebut di Cape Adare. Dan mereka meyakini itu adlaah kue bolu milik penjelajah asal Inggris Robert Falcon Scott yang dikenal sebagai Scott-nya Antartika. Meski pun kaleng pembungkus kue itu sudah berkarat, namun isinya masih tetap baik. ”Masih sempurna. Bahkan baunya pun masih segar,” ujar lembaga ini.

Lembaga yang berbasis di Selandia Baru ini menemukan si kue di gedung paling tua di Antartika. Sebuah tempat bernaung yang dibangun oleh tim penjelajah asal Norwegia Carsten Borchgrevink pada 1899. Tempat bernaung itu kemudian digunakan oleh Kapten Capt Scott pada 1911 saat ekspedisi Terra Nova.

DULU: Kapten Robert Falcon Scott (duduk tengah belakang) dan timnya.

DULU: Kapten Robert Falcon Scott (duduk tengah belakang) dan timnya. (Press Association)

Kue itu dibikin oleh perusahaan biskuit Inggris, Huntley & Palmers. ”Kue bolu buah adalah makanan paling populer di komunitas Inggris saat itu. Dan tetap popular sampai saat ini,” ujar Lizzie Meek, manajer konservasi untuk artefak di Trust, kepada National Geographic.

”Tinggal dan bekerja di Antartika membuat seseorang mudah lapar dan menginginkan makanan tinggi lemak dan gula. Kue bolu buah adlaah pilihan yang tepat. Apalagi kalau ditemani segelas teh hangat,” sambungnya.

Tim konservasi lembaga ini sudah memburu artefak sejak Mei 2016. Mereka berhasil mengumpulkan 1.500 item. Mulai peralatan sampai baju. ”Ada juga ikan dan daging yang sudah hancur. Atau, selai buah yang masih sangat bagus,” ujarnya.

Semua yang mereka temukan nantinya akan dicatat dan disimpan di tempat semula. Perjalanan kue bolu itu sebenarnya tidak semanis rasanya. Kapten Scott dan timnya tidak terlalu beruntung. Mereka memang sampai Kutub Utara. Tetapi, langkah mereka kedahuluan tim Norwegia yang sudah datang 33 hari sebelumnya. Dan tragisnya, semua tim Kapten Scott tewas saat kembali ke markas.(*)

(tia/BBC/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP