Kamis, 21 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Terungkap, Pembunuh Sadis Di Malam Buta Karena Dendam Keluarga

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok JPNN)

JawaPos.com – Tak lebih dari sehari, kasus pembunuhan terhadap Martono (43), penjaga malam depot pasir di kawasan Keramasan terungkap. Tim gabungan Opsnal Pidum Tekab 134 Satreskrim Polresta Palembang membekuk kedua pelakunya.

Mereka, Ario Deni (24) dan Fuji (22), sama-sama warga Desa Tanjung Baru, Kecamatan Muara Belida, Muara Enim. Keduanya ditangkap di tempat persembunyian di Desa Patra, Banyuasin, Rabu (9/8), pukul 01.00 WIB. Saat ini, keduanya ditahan di Mapolresta Palembang.

Tersangka Deni mengaku, tak ada niat mau menghilangkan nyawa warga Jl Jepang, Kelurahan Keramasan, Kertapati itu, dua hari lalu.

“Aku ajak Fuji untuk berikan pelajaran karena dia (korban) sudah jebloskan adik aku ke penjara,” ucapnya dengan tangan terborgol.

Diungkap tersangka, adiknya, Nanda, sekitar satu bulan lalu ketahuan maling tabung LPG milik korban. Karena dilaporkan ke polisi, Nanda pun ditahan. "Kami sudah mencoba berdamai tapi dia tidak mau," lanjut tersangka.

Dia pun akhirnya menaruh dendam kepada korban. Senin (7/8) tengah malam, tersangka dan temannya, Fuji mendatangi rumah korban. “Aku bawa pisau, sedang Fuji bawa pedang,” cetusnya. Begitu bertemu korban di rumahnya, tersangka mengaku langsung menikamnya dua kali.

“Kami tidak tahu kalau dia sudah meninggal karena tak ada maksud membunuh," kilahnya.

Sedang Fuji mengaku hanya membantu temannya itu untuk balas dendam. Dia tidak diupah dan ikut menghabisi nyawa korban karena sudah berteman dengan Deni sejak SD. Mereka juga bertetangga.

Tersangka Fuji mengaku menikam korban tiga kali, di kepala, kaki, dan tangan. Usai melukai korban, keduanya lalu kabur ke Dusun Patra daerah Keramasan. "Tapi kami merasa bersalah, jadi langsung menyerahkan diri saat ditangkap," cetusnya.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono melalui Kasat Reskrim Kompol Yon Edi Winara menyatakan, kedua tersangka sudah ditahan.

“Keduanya akan dikenakan pasal 340 dan pasal 170 (3) KUHPidana,” jelasnya melalui Kanit Pidum AKP Robert seperti dikutip Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), Sabtu (12/8).

Dijelaskannya, motif pembunuhan karena dendam. Awalnya, tersangka Deni mendapat kabar dari kakak kandungnya, Leo bahwa adik mereka ditangkap polisi karena telah mencuri tabung LPG milik korban. "Dari kejadian tersebut, pihak tersangka ingin berdamai, tapi korban menolak," imbuhnya.

Tak terima dengan penolakan itu, tersangka Deni lalu bertemu Fuji. Dia pun cerita tentang itu. Tersangka Fuji lalu mengajak Deni mendatangi rumah korban. Mereka ke sana naik motor. Tiba di rumah korban, Fuji mengetuk pintu rumah korban. Begitu korban keluar, Fuji membacok kepalanya.

Korban berusaha menyelamatkan diri dengan lari ke arah semak belukar. Dia dikejar kedua tersangka. Karena sudah terluka, korban tak bisa lari jauh. Dia lalu menerima beberapa kali bacokan dan tusukan di tubuhnya.

Jasad korban ditemukan Selasa pagi, tak jauh dari rumahnya. Unit Opsnal Unit Pidum dan Unit Tekab 134 Polresta Palembang melakukan penyelidikan. Kata Robert, pihaknya sempat menggerebek kediaman kedua tersangka, tapi mereka sudah kabur.

"Setelah dilakukan pendekatan, akhirnya keluarga korban memberikan alamat persembunyian keduanya," tandasnya.

(nas/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP