Kamis, 19 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Pendidikan

Kesurupan Massal Marak, Sekolah Diminta Perbanyak Kegiatan Rohani

| editor : 

Siswa SMP 9 Berau kerasukan massal beberapa hari lalu.

Siswa SMP 9 Berau kerasukan massal beberapa hari lalu. (prokal.co/JawaPos.com)

JawaPos.com - Fenomena kesurupan massal sering terjadi di sekolah. Hal ini menjadi atensi bagi DPRD Berau. Pasalnya, peristiwa kesurupan massal sudah terjadi di dua sekolah dalam waktu sekitar dua pekan.

Yang pertama, puluhan siswa SMP 9 Berau tiba-tiba mengalami kesurupan massal di tengah pelaksanaan upacara bendera, Senin (31/7) lalu, kemudian kesurupan massal kembali terjadi pada puluhan siswa SMP 1 Berau di tengah kegiatan belajar-mengajar, Rabu (9/8) lalu.

Melihat fenomena tersebut, Ketua DPRD Berau Syarifatul Syadiah mengimbau, agar sekolah-sekolah di Bumi Batiwakkal bisa memperbanyak kegiatan-kegiatan kerohanian yang melibatkan peserta didik. Hal itu, menurutnya, juga untuk memberi bekal kepada siswa, guna memperdalam pendidikan agama mereka. “Dan semoga dengan banyaknya kegiatan kerohanian yang digelar di sekolah, bisa meminimalisasi hal-hal (kesurupan massal) seperti itu,” katanya kepada Berau Post (Jawa Pos Group), Jumat (11/8).

Setiap sekolah, lanjutnya, bisa mengemas kegiatan-kegiatan kerohanian menjadi kegiatan ekstrakurikuler. Hal itu juga akan membatasi siswa agar tidak terjerumus pada penyalahgunaan narkotika dan hal-hal negatif lainnya, karena waktunya lebih banyak dihabiskan untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

“Menanamkan nilai-nilai keagamaan dan moral itu sangat penting bagi tumbuh kembang kepribadian anak-anak yang masih remaja, yang pemikirannya memang masih labil,” terang politikus Partai Golkar ini.

Saat di rumah, peran orang tua juga sangat penting. Quality time bersama anak akan membantu membentuk karakter anak nantinya.

“Saat anak berada di rumah, kita sebagai orang tua juga harus mengawasi apa kegiatan anak kita. Karena dengan semakin canggihnya gadget, jangan sampai ketika di rumah, anak-anak malah menghabiskan waktunya hanya untuk online,” pungkas perempuan yang akrab disapa Sari ini.

(fab/jpg/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP