Senin, 20 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Properti

Generasi Milenial Tak Berminat Punya Rumah

| editor : 

Ilustrasi seorang perempuan yang melihat maket apartemen

Ilustrasi seorang perempuan yang melihat maket apartemen (DITE SURENDRA/JAWA POS)

JawaPos.com - Pertumbuhan penjualan properti di sektor primer tidak sesuai harapan. Berdasar riset Bank Indonesia, penjualan properti residensial hanya tumbuh 3,61 persen secara quarter-to-quarter (qtq).

Artinya, pertumbuhan itu melambat bila dibandingkan dengan pertumbuhan penjualan pada periode yang sama tahun lalu sebesar 4,02 persen. Bahkan, ketimbang pertumbuhan penjualan perumahan pada kuartal I 2017, angkanya juga melambat. Alasannya, pada kuartal I, masih terdapat pertumbuhan 4,16 persen.

Meski penjualan rumah melambat, harga rumah terus meningkat. Bila dibandingkan dengan tahun lalu, terdapat kenaikan indeks harga 3,17 persen. Kenaikan harga rumah paling tinggi berada di segmen rumah tipe kecil, yakni 2,61 persen.

Ilustrasi pembangunan perumahan

Ilustrasi pembangunan perumahan (FRIZAL/JAWA POS)

Perlambatan penjualan terjadi lantaran permintaan rumah hunian juga berkurang. Sementara itu, kenaikan harga rumah disebabkan harga bahan bangunan dan upah pekerja.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menyatakan, perbankan sebenarnya sudah berupaya mendukung pertumbuhan sektor properti dengan menurunkan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA). Namun, daya beli rendah membuat penjualan tetap seret.

Kendati inflasi harga pangan terkendali, Ali menuding pencabutan subsidi listrik dan bahan bakar minyak berpengaruh besar terhadap daya beli masyarakat. Selain itu, pemerintah harus mempercepat realisasi proyek-proyek infrastruktur agar pendapatan masyarakat dan serapan tenaga kerja meningkat.

Kinerja negatif penjualan perumahan membuat pertumbuhan KPR dan KPA hingga Mei lalu hanya mencapai 0,55 persen. Bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, juga terjadi perlambatan karena pada periode yang sama tahun lalu mencapai 2,39 persen.

Direktur Consumer Banking PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Handayani menilai generasi milenial kini lebih suka menyewa apartemen atau kamar kos ketimbang memiliki rumah. Alasannya, mereka suka berpindah pekerjaan dan lebih praktis.

Masyarakat juga masih menahan membeli properti karena menunggu situasi politik dan ekonomi lebih stabil. Saat ini perekonomian Indonesia tumbuh stagnan di 5,01 persen.

Indeks properti, real estat, dan konstruksi bangunan di bursa saham mencatat penurunan terdalam kedua setelah sektor agrikultur.

(rin/c20/noe)

Sponsored Content

loading...
 TOP