Rabu, 20 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Humaniora

Hatta Rajasa Beberkan 3 Kunci Kebangkitan Umat Islam

| editor : 

Mantan Ketua Umum PAN, Hatta Rajasa saat bersilaturahim dengan Politikus Senior Golkar, Akbar Tandjung

Mantan Ketua Umum PAN, Hatta Rajasa saat bersilaturahim dengan Politikus Senior Golkar, Akbar Tandjung (Dok.JawaPos)

JawaPos.com - Mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyebut umat Islam harus kembali menghidupkan tradisi keilmuan.

Itu dilakukan agar para intelektual muslim kembali bangkit dan menguatkan umat.

Menurut Hatta, bangkitnya tradisi keilmuan merupakan kunci agar Islam memberikan sumbangan bagi tatanan dunia baru yang lebih adil, harmonis dan damai.

"Kuncinya adalah penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tidak ada jalan pintas, selain kembali kepada alquran dan assunah, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi," ujar Hatta Rajasa saat menjadi khatib Shalat Jumat di Masjid Salman ITB, Bandung, Jumat (11/8).

Hatta menjelaskan, ada tiga fakta pergerakan keilmuan dalam masyarakat yang pada gilirannya melahirkan para ilmuwan islam, sehingga memberikan sumbangsih besar dalam inovasi di berbagai bidang.

Pertama, menjamurnya perpustakaan umum (library) di Baghdad, Cordoba, Sevilla, Kairo, Quds, Damascuss, Tripoli, Madinah, Yaman dan Wakas.

"Ironisnya sebagian kota-kota tersebut saat ini dalam kondisi yang menyedihkan, kalau tidak ingin dikatakan luluh-lantak," ujar mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional tersebut.

Kedua, lanjutnya, yakni menjamurnya majelis-majelis ilmu (lembaga penelitian) yang merangsang masyarakat umum untuk berdialog, berdiskusi, meneliti yang pada gilirannya dapat melahirkan penemuan-penemuan baru.

"Dan yang ketiga, menjadikan infak untuk ilmu, sebagai sedekah dan sarana mendekatkan diri pada Allah," tegasnya.

Hatta yang juga alumnus Insitut Teknologi Bandung (ITB) tersebut menambahkan, secara geopolitik dan ekonomi, umat Islam dapat melihat dan merasakan peran umat Islam dalam tatanan global tengah mendapatkan tekanan dan ujian yang berat.

Di kawasan timteng (middle east) dan sebagian Afrika, misalnya, dapat dikatakan sebagai kawasan yang tidak stabil, perang dan penuh ketidakpastian.

Irak, Syria, Libya, Palestina, Afghanistan dan Yaman, adalah contoh bagaiamana umat Islam hidup dalam situasi yang amat menyedihkan.

"Kehidupan umat islam yang merupakan minoritas di negara-negara tertentu pun mengalami tekanan yang tidak ringan, seperti yang dialami saudara-saudara kita di Rohingya, Myanmar," ujar Hatta.

Untuk itu, Hatta menyebut bahwa bangsa Indonesia setidaknya juga perlu bersyukur, bahwa umat islam masih dapat menjalankan kehidupan yang jauh lebih baik.

"Sudah menjadi kemestian bahwa bangsa Indonesia, khusunya muslim, ikut ambil bagian dalam memajukan Islam di tingkat global, " pungkasnya.

(mam/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP