Senin, 25 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Health Issues

Miris! di Kabupaten Ini Satu Dokter Layani 15 Ribu Pasien

| editor : 

Lowongan yang dibuka Pemkab Ponorogo belum memenuhi kebutuhan kekurangan tenaga dokter di Puskesmas.

Lowongan yang dibuka Pemkab Ponorogo belum memenuhi kebutuhan kekurangan tenaga dokter di Puskesmas. ((Asta Yanuar/Radar Ponorogo))

JawaPos.com - Saat ini jumlah perguruan tinggi yang membuka fakultas kedokteran bisa dikatakan sudah melimpah. Namun, ironisnya sejumlah daerah mengaku masih kekurangan tenaga dokter. Seperti yang terjadi di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Jumlah dokter Puskesmas terbilang minim. Bahkan, lowongan kerja sebagai tenaga kesehatan yang dibuka pemerintah kabupaten (pemkab) tak kunjung menyelesaikan masalah tersebut. 

Buktinya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ponorogo hingga saat ini baru mendapat dua dokter umum dari total 13 formasi. Padahal lowongn kerja  tenaga kesehatan itu dibuka sejak Januari lalu. 

“Lowongan dokter umum kami buka terus sampai terpenuhi,” kata Kepala Dinkes Ponorogo drg Rahayu Kusdarini kepada Radar Ponorogo (JawaPos Group).

Diakuinya, tidak mudah mencari dokter, apalagi untuk puskesmas. Karenanya guna mengatasi masalah tersebut, pemkab berharap pada dokter lulusan baru. Namun, terobosan itu tetap gagal. 

Sebab, kebanyakan bukan dari Ponorogo. Begitupun dokter fresh graduate alias yang baru beres koas, biasanya lebih memilih mengabdi di daerah asal. 

Kepala dinas yang biasa disapa Irin itu, juga membantah besaran gaji sebagai akar masalah kurangnya tenaga medis. Karena, gaji yang diberikan sudah mengacu standar provinsi. Yakni, Rp 2,5 juta per bulan. 

“Itu belum termasuk jasa pelayanan yang dihitung dari jumlah peserta BPJS yang ditangani dan tunjangan lain,” paparnya.

Karena itu, pihaknya masih membuka lowongan sebelas dokter umum sementara. Enam dokter gigi yang juga dibuka lowongan sudah terisi. Irin mengaku kebutuhan dokter umum cukup mendesak. 

Sedikitnya, kata Irin, pihaknya membutuhkan 50 dokter umum jika mengacu standar provinsi. Yakni, minimal dua dokter umum untuk puskesmas rawat inap dan satu dokter umum untuk puskesmas rawat jalan. 

Ponorogo memiliki 19 puskesmas rawat inap. Nyatanya, baru ada 33 dokter saat ini yang tersebar di 31 puskesmas. Pihaknya masih membutuhkan 17 dokter umum lagi.

“Kalau mengacu ideal, seorang dokter harusnya melayani maksimal sepuluh ribu pasien atau masyarakat. Kalau lebih ya harus ditambah,” jelasnya sembari menyebut baru membuka 13 dari 19 kebutuhan lantaran terkendala anggaran.

Nyatanya, kondisi rata-rata seorang dokter di puskesmas melayani lebih dari 15 ribu pasien. Paling mendesak di Puskesmas Sawoo dan Ngrayun. 

Puskesmas Sawoo idealnya memiliki tiga dokter. Sebab, ada 30 ribu masyarakat di sana. Puskesmas memiliki dua tenaga dokter saat ini. “Ini baru standar minimal. Kalau mengacu standar WHO kebutuhan jauh lebih banyak lagi,” terangnya.

(dms/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP