Kamis, 19 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Ekonomi

Biaya Berobat ke Luar Negeri Rp 155 Triliun

| editor : 

Direktur Cigna Indonesia Herlin Sutanto (tengah) bersama Chief Marketing Officer Benjamin Furneaux (kanan) dan Managing Director Cigna Global Individual Private Medical Insurance Arjan Toor (kiri) saat peluncuran Cigna Global Health Indonesia.

Direktur Cigna Indonesia Herlin Sutanto (tengah) bersama Chief Marketing Officer Benjamin Furneaux (kanan) dan Managing Director Cigna Global Individual Private Medical Insurance Arjan Toor (kiri) saat peluncuran Cigna Global Health Indonesia. (MUHAMMAD ALI/JAWA POS)

JawaPos.com - Perusahaan asuransi jiwa PT Asuransi Cigna Indonesia membidik masyarakat kelas atas yang sering berobat ke luar negeri. Pasalnya, setiap tahun ada sekitar 1 juta penduduk Indonesia yang memilih melakukan perawatan kesehatan di negara lain seperti Singapura, Malaysia dan Tiongkok.


“Tiap tahun ada sekitar Rp 155 triliun uang yang dihabiskan untuk berobat ke luar negeri. Paling banyak ke Singapura,” ujar Direktur Cigna Indonesia Herlin Sutanto saat peluncuran produk premium Cigna Global Health Indonesia di Jakarta di Teuku Umar Mansion, kemarin (25/7).


Tren berobat ke luar negeri terus meningkat dari tahun ke tahun. Secara umum, Herlin melihat fenomena itu terkait dengan perbaikan ekonomi nasional saat ini. Telah terjadi peningkatan kesejahteraan di kalangan masyarakat, terutama dari kelas menengah menjadi kelas atas.”Masyarakat semakin selektif dalam memilih rumah sakit,” sebutnya.

Direktur Cigna Indonesia Herlin Sutanto (tengah) bersama Chief Marketing Officer Benjamin Furneaux (kiri) dan Managing Director Cigna Global Individual Private Medical Insurance Arjan Toor (kanan)

Direktur Cigna Indonesia Herlin Sutanto (tengah) bersama Chief Marketing Officer Benjamin Furneaux (kiri) dan Managing Director Cigna Global Individual Private Medical Insurance Arjan Toor (kanan) (MUHAMMAD ALI/JAWA POS)


Sejumlah negara mencatat pendapatan besar dari masuknya pasien dari negara lain. Seperti Singapura, tiap tahun sekitar 850.000 pasien dari negara lain datang untuk berobat, dengan devisa yang diraih sekitar USD 3,8 miliar pertahun. Lalu Thailand, tiap tahun memperoleh USD 4,3 miliar dari 2,5 juta pasien asing yang datang ke negara mereka.


Naiknya tren berobat ke luar negeri karena biaya kesehatan di Indonesia sudah cukup tinggi. Setiap tahun kenaikannya mencapai 15 persen.Angka ini melebihi inflasi nasional yang hanya berkisar 5,8 persen.”Orang makin kaya, populasi bertambah, disisi lain kejadian penyakit kronis semakin tinggi. Itu yang mendorong masyarakat untuk memilih berobat ke luar negeri,” tuturnya.


Menurut Herlin, banyak WNI kelas menengah ke atas yang mencari produk proteksi di negara lain. Mereka ingin mendapatkan layanan premium di rumah sakit-rumah sakit terkemuka. Lewat produk Cigna berskala global, WNI bisa mendapat layanan premium di seluruh dunia.”Uang perlindungan mencapai USD 5 juta pertahun. Tapi bayar preminya Rupiah,” tandasnya.


Selain WNI kalangan menengah atas, pihaknya juga membidik warga ekspatriat di Indonesia yang juga membutuhkan proteksi premium. Demikian juga warga usia lanjut. Menurut Herlin, masyarakat Indonesia sekarang semakin sadar tentang pentingnya asuransi jiwa.” “Biaya kesehatan bisa menjadi sangat mahal jika nasabah tidak melakukan perencanaan yang tepat,” jelasnya.

(tih/wir)

Sponsored Content

loading...
 TOP