Selasa, 17 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Travelling

Pasukan Baret Jingga Terjun di Lautan Pasir Bromo, Wisatawan Surprise

| editor : 

Salah satu penerjun  Paskhas  Lanud Abdulrachman Saleh, bersiap mendarat di lautan pasir Bromo, Minggu (23/7)

Salah satu penerjun Paskhas Lanud Abdulrachman Saleh, bersiap mendarat di lautan pasir Bromo, Minggu (23/7) (djatmiko/JawaPos.com)

JawaPos.com – Even wisata Bromo terus saja bergulir. Setelah Even Eksotika Bromo, yang mendahului pelaksanaan upacara Kasada, pada awal bulan ini, giliran para penerjun Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU, Matra 2 paskhas serta Yon 464 Paskhas, Lanud Abdulrahman Saleh, Malang, menjelajahi langit di atas lautan pasir Bromo, Minggu pagi (23/7).

Tentu saja pemandangan langka dengan hadirnya 32 penerjun pasukan baret oranye  itu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan Bromo. Apalagi saat itu ratusan wisatawan domestic dan mancanegara baru saja turun dari menyaksikan sunrise di lokasi Penanjakan 1 dan Penanjakan 2. Tentu saja penerjunan itu menjadi suguhan yang menarik. Karena pemandangan penerjunan payung di kawasan lautan pasir Bromo jarang terjadi.

Tak heran bila para wisatawan yang melebur bersama prajurit TNI AU dengan doreng biru itu menjadikan penerjunan itu sebagai objek foto yang menarik. ‘’Ini jarang terjadi. Beberapa kali saya datang ke Bromo, baru kali ini ada terjun payung. Saya tadi sempat selfie dengan latar penerjun dan gunung batok. Wah bagus banget,’’ kata Santi, salah seorang wisatawan dari Surabaya.

Penerjunan prajurit Paskhas itu sendiri terbagi dalam tiga sorti. Masing-masing 12,12, dan terakhir 8 personil. Mereka mulai diterjunkan sekitar pukul 06.30 dari pesawat Hercules yang lepas landas dari Lanud Abdulrahcman Saleh. ‘’Setelah vakum selama hampir tiga tahun, penerjunan Paskhas  di kawasan wisata Bromo ini akan kami rutinkan setiap tahun,’’ kata Dan Lanud Abdulrachman Saleh, Marsma TNI Julexi Tambayong, Minggu (23/7), usai menyaksikan penerjunan di lokasi Parkir lautan pasir Bromo.

Menariknya para wisatawan tidak hanya menikmati penerjunan Paskhas, usai upacara pemberian paket sembako pada 30 warga masyarakat Tengger, yang diwakili tokoh desa Adat Tengger, Supoyo, para warga dan wisatawan juga diajak sarapan pagi lesehan dengan rangsum kaleng prajurit TNI AU.  ‘’Jadi kami juga mengajak masyarakat desa setempat dan para wisatawan untuk menikmati makanan kaleng jatah tentara,’’ kata Julexi.

Menurut Julexi, acara terjun payung ini merupakan bagian acara hari bakti TNI AU yang akan diperingati pada 29 Juli nanti. Ini diperingati untuk mengenang perjuangan heroik para pilot TNI AU melancarkan serangan udara pertama pada tahun 1947.

Pada kesempatan itu juga dilaksanakan pemakaian udeng (ikat kepala khas masyarakat Tengger,red). Supoyo  mengikatkan udeng pada Julexi, kemudian dilanjutkan dengan pemakian udeng pada para komandan yang ada di Lanud Abdulrachman Saleh. ‘’Udengnya disimpan pak ya, itu kenangan dan ikatan adat dari Kami,’’ kata Supoyo kepada Julexi.

Bakti sosial itu memang sengaja ditempatkan di kawasan wisata TN BTS. Sehari sebelumnya bakti sosial juga dilaksanakan di Desa wisata  Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, yang merupakan pintu masuk wisatawan ke Bromo dari arah Malang.

Di desa dengan ketinggian 1740 pal ini, Matra 2 Paskhas serta Yon 464 Paskhas  beserta kesatuan di Lanud Abdulrachman Saleh lainnya,  melakukan bakti sosial serta sumbangan paket sembako pada masyarakat di Ngadas. ‘’Saya tahu Ngadas ini desa wisata dan desa adat yang memiliki nilai kebhinekaan tinggi. Disini ada Budha, Hindu, Islam dan Kristen, mereka begitu rukun,’’ kata Julexi.

Dari desa Ngadas itulah sekitar 500 prajurit Paskhas  melaksanakan Bromo tracking. Berjalan kaki dari Desa Ngadas menuju Bromo melewati lautan pasir. Sabtu malam (22/7) mereka tidur di lautan pasir Bromo tak jauh dari pura, sambil menyalakan api unggun dan melakasanakan sejumlah aktivitas  keprajuritan. ‘’Bromo tracking sebenarnya merupakan tradisi  Paskhas yang sempat vakum. Nah sekarang kami coba aktifkan kembali,’’ ujar lulusan AAU 1988 ini.

Sementara itu tokoh adat masyarakat Tengger, Supoyo mengatakan, kegiatan ini diupayakan bisa menjadi kegiatan rutin di kawasan wisata Bromo. ‘’Saya menyambut gembira aktivitas parjurit Lanud Abdulrachman Saleh di sini. Bila penerjunan ini nanti menjadi kegiatan rutin, akan makin menambah daya tarik wisata baru di Bromo,’’ kata Supoyo yang juga anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi Nasdem ini.

Supoyo juga menegaskan pihaknya sudah meminta pada Dan Lanud Abdulrachman Saleh untuk sering melakukan aktivitas di kawasan wisata ini, dalam rangka mendukung Bromo sebagai salah satu 10 Bali baru. ‘’Terjun payung ini bisa menjadi daya tarik wisata tersendiri di Bromo,’’ pungkasnya.(mik/JPC)

(mik/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP