Rabu, 20 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Pendidikan

Pendaftaran Kedua Minim Peminat, Dispendik Tegaskan Tidak Tambah Pagu

| editor : 

Rambu-rambu Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

Rambu-rambu Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (Grafis: Herlambang/Jawa Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com – Protes yang dilayangkan sekolah swasta atas pendaftaran tahap kedua SMPN direspons Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik. Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik Mahin menyampaikan, pendaftaran tahap kedua merupakan pengisian kursi yang masih kosong. Tidak menambah pagu. ’’Karena memang masih ada sekolah yang belum memenuhi pagu,’’ ujarnya Minggu (16/7).

Menurut dia, untuk memenuhi pagu yang ditetapkan, dispendik mengeluarkan beberapa kebijakan. Salah satunya, mengizinkan sekolah tertentu untuk membuka pendaftaran tahap kedua selama tiga hari. Yaitu, Sabtu–Senin (15–17/7). ’’Tidak semua sekolah. Tetapi, beberapa sekolah yang belum memenuhi pagu saja,’’ tuturnya.

Sepuluh lembaga diperbolehkan membuka pendaftaran. Wilayah utara terdiri atas SMPN 2 Sidayu, SMPN 3 Sidayu, SMPN 4 Sidayu, SMPN 1 Dukun, SMPN 1 Panceng, serta SMPN 1 Ujungpangkah. Wilayah selatan meliputi SMPN 2 Balongpanggang, SMPN 2 Benjeng, SMPN 1 Duduksampeyan, dan SMPN 1 Tambak di kepulauan Bawean. Jumlah kursi yang masih kosong sekitar 434 siswa.

Bukan kali ini saja sekolah-sekolah tersebut kekurangan pagu hingga pendaftaran jalur reguler ditutup. Tahun lalu terjadi kondisi serupa.

Sementara itu, 10 sekolah yang membuka pendaftaran tahap kedua, tampaknya, masih sulit mencapai pagu yang ditetapkan. Salah satunya, SMPN 4 Sidayu. Hingga menjelang awal pekan itu belum ada tambahan siswa baru ke sekolah tersebut. Jumlah siswa baru masih sama dengan jumlah pendaftar, yaitu 47 orang. Masih kurang 45 kursi dari 92 pagu yang ditetapkan. ’’Kami tunggu sampai besok (hari ini, Red). Mudah-mudahan ada tambahan,’’ kata Kepala SMPN 4 Sidayu Daifi.

Bagaimana jika ada pendaftar di luar jadwal? Dia mengatakan, pihaknya akan langsung berkonsultasi ke Dispendik Gresik. Apakah diperbolehkan atau tidak. Namun, Daifi berharap calon siswa yang mendaftar di luar jadwal sebaiknya diterima. Apalagi, jumlah siswa baru masih jauh dari ketentuan pagu. ’’Semua anak bangsa kan berhak memperoleh pendidikan. Tetapi, apa pun keputusan dinas (dispendik, Red) kami sesuai aturan,’’ jelasnya.

Di bagian lain, masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) berlangsung mulai hari ini. MPLS dilaksanakan hingga Rabu (19/7). Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Kadispendik Gresik Nur Maslichah mengatakan, MPLS harus bebas dari kegiatan yang aneh-aneh. Termasuk perpeloncoan. MPLS difokuskan pada pengembangan potensi siswa serta menumbuhkan motivasi dan semangat belajar siswa baru.

’’Kegiatan MPLS ditekankan pada pengetahuan serta peningkatan motivasi belajar dan kedisiplinan siswa,’’ paparnya.

Kegiatan tersebut harus edukatif (selengkapnya lihat grafis). Perencanaan dan penyelenggara MPLS wajib dikendalikan dewan guru. Kegiatan itu tidak boleh dikendalikan senior atau kakak kelas, apalagi alumni. Tujuannya, menghindari tindak kekerasan dari senior ke junior.

(mar/c15/dio)

Sponsored Content

loading...
 TOP