Selasa, 21 Nov 2017
Logo JawaPos.com
Politik

Novanto Tersangka, Tsamara: Pansus Angket KPK Sebaiknya Ditunda Dulu

| editor : 

Ketua DPP PSI Tsamara Amany Alatas

Ketua DPP PSI Tsamara Amany Alatas (Dery Ridwansah/Jawa Pos)

JawaPos.com - Tsamara Amany Alatas, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI)  yang juga mahasiswi Universitas Paramadina memberi apresiasi  langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menetapkan tersangka pada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto. 

Tsamara meminta agar "kesibukan" panitia khusus (pansus) hak angket DPR ditunda pasca penetapan status tersangka pada Setya Novanto. 

Pasalnya, kata dia, jika pansus angket dilanjutkan, dikhawatirkan  akan mengganggu kinerja dan fokus KPK. Selain itu, kata dia, hal itu juga akan memancing kecurigaan di hati rakyat. 

"Bagi saya DPR lebih baik menunda dulu seluruh proses angket ini. Akan memunculkan kecurigaan soal konflik kepentingan nanti," tegasnya kepada JawaPos.com, Senin (17/7). 

Tsamara menyebut tim pansus KPK tak punya sensitivitas terhadap masyarakat miskin dan orang yang sudah kerja keras. Tsamara berharap peran Presiden Joko Widodo sebagai ujung tombak memperkuat peran KPK.

Pimpinan Pansus Angket KPK Agun Gunanjar

Pimpinan Pansus Angket KPK Agun Gunanjar (Dok.JawaPos.com)

Saat ditanya soal mekanisme pergantian pimpinan DPR mengenai siapa yang akan menggantikan jabatan Setya Novanto, Tsamara menyerahkan hal itu pada Partai Golkar. Saat ditanya siapa yang akan dipilihnya untuk menggantikan Setya Novanto, antara Fadli Zon atau Fahri Hamzah, remaja kelahiran 1996 itu hanya tertawa. 

Diketahui, sebelumnya Tsamara sempat beradu perang kicauan di media sosial dengan Fahri Hamzah. Namun Tsamara tetap berharap siapapun yang menggantikan posisi Ketua DPR harus berintegritas. 

"Saya serahkan ke Partai Golkar dan mekanisme memilih pimpinan yang ada di DPR. Saya berharap penggantinya adalah sosok yang berintegritas dan selalu mendengarkan aspirasi rakyat," tandasnya. (cr1/JPG)

Alur Cerita Berita

Sponsored Content

loading...
 TOP