Rabu, 20 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

STQ Belum Siap, Lomba Molor Dua Jam

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Radar Banyuwangi/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pembukaan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke-24 di halaman Masjid Baitul Izzah pada Sabtu (15/7) malam, berlangsung lancar. Namun di balik itu, masih terdapat kekurangan di venue-venue lomba.

Bahkan, venue utama yang dijadikan tempat pembukaan juga belum sepenuhnya siap. Tulisan STQ Nasional XXIV Provinsi Kalimantan Utara yang dipasang di dinding masjid, misalnya. Dari pantauan media ini baru dinaikkan beberapa saat sebelum acara pembukaan dimulai.

Di hari pertama lomba pun, Ahad (16/7), tempat dihelatnya lomba tilawah untuk kategori anak-anak dan dewasa baru dibuat. Akhirnya berdampak pada jadwal lomba. Sedianya lomba dilaksanakan mulai pukul 08.00 Wita, jadi molor hingga dua jam.

“Direncanakan mulainya jam 8, tahu-tahu kita molornya 2 jam. Molornya itu karena kami lihat mimbar belum selesai. Kalau dewan hakim sudah standby,” ujar Yuhendri Tarmizi, salah seorang kafilah asal Riau.

Selain tempat lomba yang belum siap, Yuhendri juga mengeluhkan panggung di venue utama yang tak dilengkapi atap. Karena dapat mengganggu konsentrasi peserta lomba dengan sinar matahari yang cukup terik. Meski, mimbar tilawah dilengkapi dengan atap dan pendingin ruangan.

“Ini kan seni. Seni itu dari batin. Saya kira bapak aja terjemahkan. Seni itu kelembutan, apabila menunggu 2 jam itu bosan. Dua jam itu bukan barang sebentar,” ujarnya.

Perwakilan kafilah asal Jambi juga mengaku terganggu. Berharap kedatangan pihaknya ke lokasi lomba lebih tepat waktu agar tidak lama menunggu, justru yang terjadi lomba molor hingga dua jam.  

“Dari pribadi sebenarnya terganggu, karena rencana awal kami dari hotel tepat waktu, harapan kami nunggunya enggak lama-lama. Yang namanya menunggu ini kan membosankan. Tapi tidak fatal,” ujar Azis, anggota kafilah Jambi.

Tidak hanya venue utama, di sejumlah venue lain juga mengalami penundaan jadwal lomba karena masih dilakukan pembenahan. Seperti di Masjid Al-Maarif tempat dihelatnya cabang tahfiz 1 juz dan 5 juz serta tilawah. 

Berdasarkan pantauan dari perwakilan kafilah asal Nusa Tenggara Barat (NTB), lomba yang sedianya digelar mulai pukul 08.00 Wita, molor setengah jam, karena venue masih dilakukan pembenahan. 

“Mestinya jam 8 jadwalnya. Tapi kayak di Masjid Al-Maarif tadi, itu baru jam setengah 9 dimulai,” tutur Zaidi Abdal. 

“Ada kemungkinan karena kurang kesiapan, karena kemarin kami melihat di venue-venue ini kayaknya masih belum tuntas sehingga tadi (kemarin) pun saja venue di masjid Al-Maarif masih belum, termasuk penataan sound system,” sambung ofisial kafilah NTB ini. 

Namun, di mata hakim ketua STQ, Said Aqil Husin Al Munawar, molornya jadwal lomba tidak mengganggu serius pelaksanaan. Ia masih optimistis lomba bisa selesai tepat waktu. Ia juga bisa memaklumi akan kesibukan panitia penyelenggara.

“Hari pertama memang begitu. Persiapan ini kan harus semua dipersiapkan, sementara malam tadi baru selesai pembukaan. Arena utama ini dipakai untuk anak-anak. Jadi untuk arena ini tidak ada pengaruhnya. Tidak ada masalah,” ujar mantan Menteri Agama ini.  

“Sepengetahuan saya, karena saya juga sudah keliling semua, tidak ada masalah. Insya Allah tepat waktu,” sambungnya. 

Sementara itu, belum ada klarifikasi dari panitia terkait sejumlah venue lomba yang baru dirampungkan menjelang lomba. Meski, media ini coba mengonfirmasi ke media center yang dipersiapkan untuk jumpa pers.

Pada malam pembukaan, Gubernur Kaltara Irianto Lambrie menyatakan tentu ada kekurangan-kekurangan. Apalagi, kata dia, Kaltara merupakan provinsi baru. Namun, dia menegaskan bahwa Kaltara berupaya maksimal menyukseskan perhelatan STQ. (mrs/fen/fab/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP