Kamis, 21 Sep 2017
JawaPos.com Icon
JPG Today

Sarapan Bareng, Bupati Banyuwangi Minta Maaf soal Aturan Berjilbab

| editor : 

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat sarapan bersama Yenima Swandina Alfa

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat sarapan bersama Yenima Swandina Alfa (Istimewa)

JawaPos.com – Keinginan Yenima Swandina Alfa untuk bersekolah di SMPN 3 Genteng, Banyuwangi pupus. Bukan karena tidak memenuhi syarat untuk bisa sekolah di sana, melainkan terbentur aturan diskriminatif. Sekolah sempat punya aturan agar seluruh siswi menggunakan jilbab kalau mau menuntut ilmu di sekolah milik pemerinthah itu.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas tidak mau masalah itu berlarut. Pada Senin (17/7), dia mengundang Yenima dan orang tuanya Timotius Purno Ribowo. Menunya pecel rawon. ’’Saya sekaligus menyampaikan permintaan maaf atas nama pemerintah daerah, karena bagaimana pun SMPN adalah lembaga di bawah pemda,’’ ujarnya.

Lebih lanjut bupati berusia 43 tahun itu menambahkan, kerukunan umat beragam harus dijaga. Oleh sebab itu, dia menginstruksikan agar tak ada lagi sekolah yang menerapkan aturan dikriminatif. “Berjilbab untuk pelajar muslim tentu tidak masalah, tapi tidak boleh dipaksakan kepada pelajar yang beragama selain Islam. Aturan sekolah tidak boleh mendiskriminasi berdasarkan SARA,” terang Anas.

Abdullah Azwar Anas

Abdullah Azwar Anas (DOK. JAWA POS)

Itulah kenapa, hak Yenima sebagai pelajar nonmuslim tetap harus dipenuhi saat mendaftar di sekola pemerintah. Meski aturan sudah dibatalkannya, dia berharap agar kejadian itu menjadi pelajaran bagi seluruh aparatur sipil negara. Tidak hanya pendidikan, tetapi juga yang sektor lain.

’’Mari kita jaga bersama-sama kerukunan umat beragama,’’ imbuh Anas. Dia juga kembali mengingatkan untuk bisa saling menghormati perbedaan. Sebab, keberagaman bisa menjadi keunggulan untuk membangun daerah. Perbendaa, menurutnya tidak untuk menjadi penghambat pembangunan.

Bagaimana dengan pimpinan sekola yang mengeluarkan aturan diskriminatif itu? Dia mengatakan sudah ada tindakan lewat dinas pendidikan. Sedang dicarikan pola yang pas untuk peringatan dan pembinaan. Namun, dia menegaskan minimal ada peringatan keras untuk pimpinan itu.

’’Saya juga minta me-review semua aturan sekolah, jangan sampai ada yang keluar dari norma kebangsaan kita,’’ ujarnya.

Sementara itu, Timotius Purno Ribowo menyampaikan rasa terima kasihnya pada Anas. Katanya, dia sudah tidak mempermasalahkan hal itu. Namun, dia tidak menyangka dan terharu atas perhatian Bupati Anas. Dia berharap, Yenima yang bercita-cita sebagai bidan bisa sekolah dengan lancar.

Seperti diberitakan sebelumnya, ada kejadian yang mendadak ramai di media sosial. Dikabarkan ada seorang siswi yang gagal masuk SMPN 3 Genteng kare aada aturan wajib berjilbab. Yenima yang nonmuslim seharusnya tidak terikat dengan aturan itu. Anas langsung membatalkan aturan karena dinilai diterapkan secara keliru tanpa melihat latar belakang agama pelajar.

’’Saya harap ini yang terakhir. Kita ini jungkir-balik menjaga kerukunan umat di daerah agar tak terimbas masalah politik di Jakarta, kok ini muncul sikap sekolah yang sensitif seperti ini,” sesalnya. (dim/JPK)

Sponsored Content

loading...
 TOP