Rabu, 20 Sep 2017
Logo JawaPos.com
Properti

Jadi Ibu Kota, Pasar Properti Palangka Raya Semakin Dilirik

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com – Pemerintah berencana memindahkan ibu kota ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Ini menjadi salah satu alasan harga tanah dan geliat sektor properti di Palangka Raya semakin menarik. Pemindahan ibu kota ke Palangka Raya  sebagai pusat pemerintahan dipastikan akan mendongkrak  pertumbuhan sektor properti  di sana.

Ketua DPD AREBI DKI Jakarta Lukas Bong menegaskan tak menutup kemungkinan bisnis properti di Palangka Raya akan berkembang pesat. Namun tetap saja, menurutnya Jakarta tetap masih akan prospektif bagi sektor properti.

“Kalau memang pindah ke sana (Palangka Raya), kami (properti) akan ke sana. Tapi kami percaya marketnya tak akan ramai seperti di Jakarta. Tetap Jakarta jadi primadona,” tegasnya kepada wartawan, Sabtu (15/7).

Jika pusat pemerintahan dipindah ke Kalimantan, pihaknya masih menghitung berapa banyak pejabat yang juga akan dipindahkan. Namun Jakarta tetap akan lebih fokus sebagai pusat bisnis.

“Pejabat pemerintahan mungkin ke sana, tetapi kan pelaku bisnis tetap di Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan masih ramai. Tetapi pasti harga tanah di Palangkaraya juga akan ikut naik,” paparnya.

Salah satu sudut kota Palangka Raya

Salah satu sudut kota Palangka Raya (Dok.Jawa Pos)

Lukas memprediksi jumlah kemacetan Jakarta akan berkurang jika ibu kota dipindah meski tak signifikan. Karena itu pihaknya mendorong pemerintah segera menyelesaikan transportasi massal sebagai solusi utama mengatasi kemacetan.

“Malah lalu lintasnya Jakarta akan lebih sepi, kendaraan lebih sepi, kerja produktif. Pulang pergi kantor mungkin cuma 1 jam. Pemerintah saya lihat juga sudah serius. MRT LRT dibangun terus,” ungkapnya.

Ia mendukung pemindahan ibu kota. “Kalau macet itu karena semua tersentralisasi di Jakarta," tutupnya. (cr1/JPG)

Alur Cerita Berita

Sponsored Content

loading...
 TOP