Senin, 25 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Nasional

Usai 6 Jam Diperiksa KPK, Setya Novanto Disambut BEM UI, Tangkap..!!

| editor : 

Massa aksi BEM UI merangsek mendekati dan mengadang mobil Setya Novanto

Massa aksi BEM UI merangsek mendekati dan mengadang mobil Setya Novanto (desyinta Nuraini/Jawapos.com)

JawaPos.com - Mobil Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto digeruduk Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) ketika beranjak keluar dari Gedung KPK, Jumat (14/7). 

Mobil Toyota Fortuner hitam bernomor polisi B 1732 ZLO itu pun langsung tersendat lajunya karena adangan mahasiswa berjaket kuning.

Kejadian itu bermula ketika mahasiswa yang tengah berorasi di halaman depan Gedung KPK mengetahui bahwa Novanto telah usai diperiksa penyidik sekitar 6 jam. 

senyum Khas ketua DPR Setya Novanto usai di periksa KPK untuk kasus korupsi e-KTP.

senyum Khas ketua DPR Setya Novanto usai di periksa KPK untuk kasus korupsi e-KTP. (desyinta nuraini/JawaPos.com)

Mahasiswa yang berorasi itu lantas mencoba memasuki Gedung KPK namun tak berhasil karena dihalangi aparat kepolisian yang sedang berjaga mengamankan pemeriksaan orang nomor 1 di DPR itu. 

Merasa tak bisa melakukan aksi lebih dekta, akhirnya mereka hanya berteriak serempak agar Novanto segera ditangkap.

"Tangkap, tangkap, tangkap Novanto, tangkap Novanto sekarang juga," teriak ratusan mahasiwa itu.

Tak berhenti disitu, begitu melihat mobil Novanto bergerak pergi dari Gedung KPK, puluhan mahasiswa itu pun langsung berlarian menghampirinya. 

Beberapa mahasiswa mengetuk-ngetuk bagian depan mobil tersebut. tapi hal tersebut dapat segera diatasi aparat yang mengelilingi mobil tersebut.

Sempat tertahan, akhirnya mobil berjenis SUV tersebut melesat meninggalkan para mahasiswa tersebut.

Diketahui, usai diperiksa KPK, Novanto tak banyak mengeluarkan statement. Mengenakan batik cokelat lengan panjang tanpa rompi orange, dia hanya melontarkan senyuman khasnya.

Ketika ditanyakan apa saja yang ditanyai penyidik, mantan ketua Fraksi Partai Golkar itu hanya mengatakan, bahwa jawabannya sama seperti di persidangan Tipikor beberapa waktu lalu.

"Sama seperti di persidangan," ujarnya singkat seraya tersenyum.

Ditanyai lebih lanjut terkait pertemuannyaan dengan Irman, Sugiharto, Diah, dan Andi Narogong di Hotel Gran Melia Jakarta pada Februari 2010, dia menjawab singkat. 

"Nggak," tukasnya seraya beranjak pergi dengan penjagaan ketat. (dna/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP