Minggu, 17 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hijrah Ramadan

Edan, Puncak Arus Balik Kendaraan Antre Hingga 80 Km

| editor : 

PADAT MERAYAP: Deretan mobil memadati tol Jakarta Outer Ring Road di kawasan T.B. Simatupang, Jakarta Selatan, kemarin.

PADAT MERAYAP: Deretan mobil memadati tol Jakarta Outer Ring Road di kawasan T.B. Simatupang, Jakarta Selatan, kemarin. (HENDRA EKA/JAWA POS)

JawaPos.com - Arus balik angkutan Lebaran mencapai puncak Sabtu (1/7) malam. Para pemudik dari daerah yang memadati ruas-ruas jalan kembali ke ibu kota. Sejak Sabtu pagi, lalu lintas di ruas tol Cipali macet. Antrean terlihat mulai lokasi rest area 102B Dawuan, Subang, hingga Kilometer 182B arah Kabupaten Majalengka. Panjang antrean diperkirakan mencapai 80 kilometer.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, untuk menanggulangi kepadatan di tol Cipali, pihaknya telah berkoordinasi dengan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. Salah satu jalan keluarnya adalah mengalihkan sebagian ke arah pantura. Selain itu, sistem buka tutup dilakukan di tol Cipali. 

"Contraflow juga dilakukan hingga Kilometer 30," ujarnya.

Sistem buka tutup juga dilakukan di jalur Nagreg. Jalur itu sebelumnya diprediksi mengalami kepadatan. Namun, ternyata prediksi tersebut meleset. Hingga kemarin sore, jalur Nagreg cukup lancar. Bahkan, di tol itu diberlakukan sistem dua arah. Langkah tersebut dilakukan hingga malam. Sebab, saat malam jumlah kendaraan semakin banyak. "Banyak yang lebih suka sampai Jakarta malam hari. Minggu (hari ini, Red) bisa istirahat," ujar Budi. 

Waktu libur yang panjang membuat mudik kali ini tidak begitu parah jika dibandingkan dengan tahun lalu. Waktu berangkat maupun pulang para pemudik, durasinya cukup panjang. Budi mengakui, itu membuat antrean di jalan tol tidak lama. "Mudik kali ini juga sebagai pembelajaran agar menggunakan waktu dengan baik," sarannya. 

Budi membagi tipe pemudik menjadi tiga. Pertama adalah mereka yang mudik dengan kurun waktu singkat. Kedua, pemudik yang santai menghabiskan waktu liburan. Golongan kedua ini cukup banyak. "Sementara yang ketiga merupakan pemudik yang memilih balik ketika mendekati libur sekolah usai. Yakni, mendekati 13 Juli," tuturnya. 

Bukan hanya di darat, peningkatan arus balik juga terlihat di moda laut dan udara. Di Pelabuhan Bakauheni, dari posko PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry, arus balik terpantau ramai sejak kemarin pagi. 

Menurut data di posko ASDP Pelabuhan Bakauheni, pada pukul 08.00 ada 943.371 penumpang yang datang. Sedangkan yang sudah menyeberang lewat Pelabuhan Bakauheni sebanyak 430.124 orang. 

Sementara itu, jumlah kendaraan yang sudah menyeberang baru 89.288 unit di antara 197.250 unit. Artinya, 107.962 unit kendaraan masih di Sumatera. "Malam hari merupakan puncaknya. Sekarang di Pelabuhan Bakauheni ramai," papar Vice President Services and Assurance PT ASDP Rizki Dwianda. 

Untuk jalur udara, hari ini diperkirakan menjadi puncak balik di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Diprediksi ada sekitar 1.980.000 penumpang yang tiba di bandara internasional tersebut. Bali dan Jawa Timur menjadi kota asal penumpang terbanyak. 

Di bagian lain, Korlantas Polri bersama pengelola jalan tol membebaskan tarif tol Cipali mulai pukul 12.57 WIB kemarin. Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa menuturkan, pembebasan biaya tol itu dilakukan di exit toll Cikedung. "Pembebasan biaya tol ini akibat kepadatan kendaraan di rest area Km 130 dan 102. Dengan arus yang berjalan lebih cepat, kepadatan itu bisa terurai kembali," paparnya. (lyn/idr/c10/oki) 

Sponsored Content

loading...
 TOP