Rabu, 18 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Internasional

Alhamdulillah… Teror Bom Berhasil Digagalkan, Tujuh Tewas

| editor : 

HAMPIR SAJA: Situasi setelah terjadi ledakan di Makkah, Arab Saudi, kemarin. Rencana teror di Masjidilharam berhasil digagalkan. Pelaku meledakkan diri di sebuah bangunan setelah dikepung petugas keamanan Saudi.

HAMPIR SAJA: Situasi setelah terjadi ledakan di Makkah, Arab Saudi, kemarin. Rencana teror di Masjidilharam berhasil digagalkan. Pelaku meledakkan diri di sebuah bangunan setelah dikepung petugas keamanan Saudi. (SAUDI NEWS AGENCY/REUTERS)

JawaPos.com - Masjidilharam kembali menjadi sasaran teror. Jumat waktu setempat (23/6) serangan bom bunuh diri menarget tempat ibadah yang menjadi jujukan umat muslim dari seluruh dunia itu dapat digagalkan. Pelaku lantas bersembunyi di sebuah gedung bertingkat dan meledakkan diri di sana.

"Selain menewaskan pelaku, ledakan bom bunuh diri itu melukai sebelas orang lainnya." Demikian bunyi rilis Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi. Mereka yang terluka adalah lima polisi dan enam warga asing. Namun, tidak ada seorang korban pun yang mengalami luka serius. Para korban terluka setelah bangunan tiga lantai yang berfungsi sebagai hunian vertikal itu ambruk sebagian gara-gara ledakan. 

Pria yang diyakini bukan warga negara Saudi itu kabur ke permukiman di dekat Masjidilharam saat gelagatnya terbaca aparat. Pelaku lari ke sebuah gedung dan para petugas keamanan segera mengepung bangunan tersebut. Aparat lantas memerintah pelaku menyerahkan diri. Tapi, dia melawan. Baku tembak pun tak terelakkan.

Di tengah baku tembak, pelaku lantas meledakkan diri.

Foto pasca ledakan yang beredar luas di dunia maya memperlihatkan seorang pria berjenggot terbaring di balik reruntuhan bangunan. Sedangkan gedung tiga lantai yang menjadi benteng pertahanan pelaku rusak parah. Aparat langsung menyegel lokasi kejadian di kawasan Ajyad Al Masafi untuk keperluan investigasi. Beberapa media menyebut pria berjenggot itu sebagai pelaku. 

Dari Riyadh, pemerintah Saudi mengecam keras serangan yang menarget Masjidilharam tersebut. Mengutip jubir pemerintah, Saudi Press Agency menyatakan bahwa Saudi tidak akan menyerah kepada para teroris. "Pasukan keamanan, dengan restu Allah Yang Mahakuasa dan dukungan penuh pemangku dua masjid suci serta putra mahkota, bakal mengatasi segala ancaman dengan baik," terang media tersebut. 

Bersamaan dengan ledakan di Ajyad Al Masafi itu, dua skenario teror lainnya terbongkar di dua lokasi lain. Yakni, di kawasan Al Aseelah, Makkah, dan Kota Jeddah. Seorang pria yang diyakini hendak melancarkan aksi bom bunuh diri ditembak petugas di Al Aseelah. Selain itu, aparat mengamankan lima tersangka lain. Total tujuh orang tewas dalam tiga aksi yang kuat dugaan dirancang satu dalang itu. 

Sama dengan serangan yang mengincar Masjidilharam, pemerintah Saudi yakin dua serangan lain juga diotaki pihak asing. "Para pelaku itu menuruti kehendak mereka sendiri dan lebih memilih untuk patuh kepada pihak asing yang sejak lama berusaha mengguncang stabilitas keamanan dalam negeri," kata jubir pemerintah kepada media. Sayang, dia tidak mau menyebut pihak asing yang dimaksud. 

Sejak 2014, serangkaian aksi bom bunuh diri dan penembakan marak di Saudi. Seluruh serangan itu selalu diklaim oleh ISIS sebagai perbuatan mereka. Tapi, sama dengan klaim ISIS di negara-negara lain, kelompok radikal yang kali pertama muncul di perbatasan Iraq dan Syria itu tidak punya bukti apa pun untuk mendukung klaim mereka. 

Tahun lalu, pada bulan Ramadan, aksi bom bunuh diri menarget Masjid Nabawi di Kota Madinah. Saat itu ada dua serangan lain di dua lokasi berbeda. Nyawa empat petugas keamanan melayang akibat aksi bom bunuh diri di area parkir masjid terbesar Madinah tersebut. Sekarang pelaku menyasar Masjidilharam yang pada Jumat terakhir Ramadan kali ini dipadati umat muslim dari berbagai penjuru dunia. 

Aksi bom bunuh diri gagal itu merupakan serangan pertama sejak Saudi mengganti menteri dalam negerinya. Rabu (21/6) Pangeran Mohammed bin Nayef dicopot dari jabatannya sebagai menteri dalam negeri sekaligus putra mahkota. Reputasi Nayef sebagai intelijen yang pernah mengenyam pendidikan di AS dan Inggris itu diakui dunia internasional. 

Di bawah Nayef, polisi Saudi berhasil mengamankan sekitar 40 orang yang diduga kuat terlibat operasi radikal ISIS hanya dalam waktu setahun. Selain warga Saudi, beberapa tersangka mengantongi kewarganegaraan Pakistan. Tokoh 57 tahun itu memang dikenal tegas dan jeli mendeteksi terorisme. Kini dua jabatan yang dulu disandang Nayef beralih ke Pangeran Mohammed bin Salman, putra Raja Salman. (AFP/Reuters/CNN/alarabiya/hep/c10/tom)

Sponsored Content

loading...
 TOP