Kamis, 14 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Finance

Atur Pengeluaran dengan Bijak Saat Lebaran

| editor : 

warga saat melakukan penukaran uang menjelang lebaran beberapa hari lalu.

warga saat melakukan penukaran uang menjelang lebaran beberapa hari lalu. (Ismail Pohan/Indopos/JawaPos.com)

JawaPos.com – Lebaran kental dengan tradisi belanja. Pengeluaran saat hari raya seringkali tidak terkendali. Mulai dari pakaian baru, berbelanja persiapan makanan, ongkos transportasi mudik, hingga amplop untuk para keponakan.

Akibatnya Uang Tunjangan Hari Raya (THR) yang diterima dari perusahaan saat menyambut Idul Fitri  kerap digunakan secara kalap dan tidak bijaksana.

Konsultan dan Perencana Keuangan Prita Ghozie menjelaskan, THR memang peruntukkannya untuk Hari Raya. Sedangkan untuk pasca lebaran, sebaiknya seseorang menggunakan dana gaji bulan depan. Alokasi THR adalah untuk kebutuhan lebaran hingga tabungan atau investasi.

Warga saat melakukan penukaran uang menjelang lebaran beberapa hari lalu.

Warga saat melakukan penukaran uang menjelang lebaran beberapa hari lalu. (Ismail Pohan/Indopos/JawaPos.com)

“Rinciannya, kebutuhan lebaran 50 persen (termasuk mudik, THR saudara, dan lainnya). Zakat dan sedekah 10 persen, dana darurat 10 persen. Jika masih ada sisa bisa ditabung untuk keperluan Idul Adha 2 bulan mendatang. Jika masih ada sisa bisa diinvestasikan atau membayar utang kartu kredit,” kata Prita kepada JawaPos.com.

Tahun ini, gaji bulan Juli dibayarkan di akhir bulan Juni. Sehingga, segera dipisahkan ke dalam rekening tabungan yang berbeda. Sehingga ada pemisahan antara THR dan gaji. “Dengan demikian, pengeluaran bulanan di bulan Juli akan dibayarkan dengan gaji yang diterima di akhir bulan Juni ini,” tuturnya.

Pengeluaran tahun ini harus diatur secara bijak bagi para orang tua yang masih memiliki anak berusia pelajar. Momentum Lebaran yang bertepatan dengan tahun ajaran baru jangan sampai membuat orang tua kebingungan mengatur uang. Apalagi bagi siswa yang harus bersekolah di sekolah swasta dan membutuhkan kocek lebih.

“Uang pendaftaran untuk sekolah swasta, sebenarnya harus dialokasikan dan ditabung dari beberapa bulan sebelumnya. Tetapi, jika orang tua lupa, maka sebenarnya dana THR dapat digunakan juga untuk keperluan ini. Begitu pun untuk kebutuhan orang tua yang anakanya di sekolah negeri,” tegas Prita.

Pada saat lebaran, masyarakat agar mengukur diri dalam memberikan amplop kepada para keponakan di hari Idul Fitri. Batasi dan ukur kemampuan keuangan masing-masing. Jangan berpatokan kepada jumlah orang yang mau diberikan, tetapi berpatokan pada anggaran yang dimiliki.

“Misal hanya punya Rp 500 ribu. Maka atur saja pembagiannya di antara orang-orang yang mau diberikan. Teknisnya dapat menggunakan uang pecahan kecil,” ungkap Prita.

Perlu diingat, kesehatan keuangan lebih penting dibandingkan gengsi semata. Bijak dalam mengelola pengeluaran agar tidak besar pasak daripada tiang. Akan lebih baik jika sesuatu yang dibeli sebelumnya dengan niat gengsi, agar dijadikan dalam bentuk investasi.

“Misalnya kini untuk ibu-ibu muda beda dengan ibu-ibu senior (jarang membeli emas atau perhiasan saat Lebaran). Namun, jika perhiasaan emas yang dipilih, sebenarnya bisa dijadikan aset investasi juga. Dengan syarat, perhiasaan emas yang dipilih memiliki desain sederhana sehingga tidak banyak terkena biaya potong saat menjual kembali,” tandasnya. (cr1/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP