Rabu, 20 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Pilpres 2019, Cak Imin Bakal Bersanding Dengan Jokowi?

| editor : 

Muhaimin Iskandar

Muhaimin Iskandar (dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Isu kebhinnekaan masih menjadi pembicaraan para aktivis di negeri ini. Apalagi belakangan ini sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) masih terus mengemuka.

Pemuda Kalimantan Barat (Kalbar) misalnya yang tergabung dalam Forum Pemuda Muslim Kalimantan Barat (FPKMB) ikut menguliti dinamika kebangsaan ini.

Menurut Koordinator FPMKB, Ainur Hamidi menuturkan, masyarakat Indonesia telah menyepakati Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa. Hal tersebut merupakan kesadaran atas realita Indonesia yang terdiri dari berbagai etnis, bahasa serta budaya.

"Sayangnya persoalan kerukunan dan kebhinekaan masih selalu mengemuka. Sentimen SARA masih banyak dijumpai," ungkap Ainur Hamidi dalam diskusi publik yang digelar FPKMB di salah rumah makan bilangan Mega Mal, Pontianak, Senin (19/6).

Atas dinamika ini, kata  Ainur Hamidi, sudah saatnya Indonesia membutuhkan tokoh pemimpin yang berlatar belakang santri dan orang yang dilahirkan di lingkungan religius dan pluralitas.

Nah, bicara soal sosok demikian, Ainur berpendapat kefiguran itu ada pada Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. “Cak Imin adalah salah satu tokoh yang tepat untuk itu,” sambung Hamidi.

Figur itu, ungkapnya, perlu digadang dalam kontestasi demokrasi politik. “Cak Imin sudah pas untuk ikut kontes pemilu. Minimal jadi jadi Wapres," terangnya.

Alasan Hamidi menyebut Cak Imin, karena Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu adalah santri dan aktivis yang lahir di era reformasi, terdidik dengan bhineka tunggal ika. Hidupnya pun di lingkungan yang religious moderat.

Sementara itu, Wakil Ketua GP Ansor Kota Pontianak Irham yang ikut dalam diskusi itu menyebut, Cak imin adalah sosok yang pas mendamping Joko Widodo (Jokowi) di 2019.

Menurutnya, mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) itu selain berlatar belakang santri yang sangat kental keislamannya, juga adalah aktivis 98 yang mengusung agenda Reformasi yang sampai hari ini belum tuntas secara keseluruhan bagaimana hari ini penagakan hukum masih carut marut di negeri ini. (iil/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP