Selasa, 17 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Health Issues

Si Kecil Tak Diberi Imunisasi, Apa Bahayanya? 

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa)

JawaPos.com - Imunisasi bayi merupakan hal yang penting diberikan kepada buah hati setelah lahir, karena berguna  mencegah anak terkena penyakit. Sayangnya, beberapa orang tua masih berpikir takut anaknya sakit setelah mendapat imunisasi, sehingga bayi pun tidak mendapat vaksin yang dibutuhkan. Efek jangka panjang, hal itu tak hanya membahayakan buah hati, tapi juga anak-anak lain di sekitarnya. 

Dalam keterangan tertulis hellosehat.com, Senin (19/6), bayi sangat rentan terhadap penyakit karena di dalam tubuhnya belum terbentuk sistem kekebalan tubuh yang kuat. Dengan melakukan imunisasi pada bayi, berarti orang tua melindungi bayi dari berbagai penyakit. 

Vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh anak akan membantu sistem kekebalan tubuh anak untuk membentuk antibodi yang berfungsi untuk melawan virus atau bakteri yang masuk ke tubuhnya. Hal itu dapat mencegah anak terkena berbagai macam penyakit yang berbahaya

Lebih jauh dari itu, imunisasi dapat menyelamatkan hidup anak. Pada zaman dahulu, banyak anak menderita sakit seperti polio, dan penyakit tersebut menyebabkan banyak anak meninggal dunia. 

Dengan kemajuan ilmu dan teknologi, vaksin diciptakan untuk memberantas penyakit tersebut dan hasilnya sekarang sudah sedikit anak-anak yang menderita penyakit berbahaya.

Dampak yang ditimbulkan setelah imunisasi mungkin menyebabkan anak menderita demam, nyeri atau kemerahan di tempat suntikan, anak tidak ingin makan, dan lainnya. Namun, hal ini normal terjadi dan tidak akan berlangsung lama. Hal itu merupakan respon tubuh terhadap zat baru yang masuk ke dalam tubuh. 

Rasa sakit yang ditimbulkan ini jauh lebih baik ketimbang rasa sakit yang dirasakan anak jika tidak diberi imunisasi. Anak bisa menderita penyakit yang lebih berbahaya, bahkan dapat menyebabkan kematian, jika dia tidak mendapatkan imunisasi.

Lalu, bagaimana jika imunisasi bayi telat dilakukan?

Mungkin ibu sempat lupa untuk membawa anaknya ke posyandu, puskesmas, bidan, maupun dokter anak untuk diberikan vaksin imunisasi. Atau mungkin anak sedang batuk, pilek, demam, atau diare saat jadwal  imunisasi sehingga sebagai ibu tidak berani memberikan imunisasi pada anak.

Sebenarnya anak masih dapat diberikan imunisasi walaupun dia sedang sakit pilek, batuk, atau demam. Jika imunisasi terlewat atau telat diberikan, sebaiknya segera bawa anak untuk imunisasi. 

Pemberian vaksin yang tidak sesuai jadwal tidak masalah, asalkan pemberian kelima vaksin tersebut (imunisasi dasar lengkap) dilakukan pada saat anak masih berusia di bawah 1 tahun. Segera mintakan imunisasi yang telat tersebut agar anak tidak berisiko tertular penyakit yang berbahaya.

Bagaimana jika bayi tidak diimunisasi sama sekali?

Sebagian kecil dari orang tua mungkin meragukan imunisasi. Beberapa cerita di luar sana menyebutkan bahwa imunisasi justru menyebabkan anak sakit. 

Namun, nyatanya imunisasi dijamin aman dilakukan. Sejumlah ilmuwan terus bekerja untuk membuat vaksin lebih aman dari waktu ke waktu. Sebelum mendapat lisensi dan diedarkan, vaksin pasti mengalami sejumlah pengujian untuk menjamin keamanannya.

Jika anak tidak mendapatkan imunisasi sama sekali, anak akan berisiko terkena penyakit-penyakit. Parahnya lagi penyakit tersebut bisa menyebabkan kematian pada anak. 

Sistem kekebalan tubuh pada anak yang tidak mendapat imunisasi tidak sekuat anak yang diberi imunisasi, tubuh tidak mengenali virus penyakit yang masuk ke tubuh sehingga tidak bisa melawannya, ini membuat anak rentan terhadap penyakit. Jika anak yang tidak diimunisasi ini menderita sakit, dia juga dapat menularkannya ke orang sekitarnya sehingga juga membahayakan orang lain. (cr1/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP