Jumat, 22 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Bisnis

PLTP Ulubelu Perluas Kontribusi EBT

| editor : 

BERSIH: Petugas di PLTP Ulubelu Unit 4, Tanggamus, Lampung, akhir pekan lalu.

BERSIH: Petugas di PLTP Ulubelu Unit 4, Tanggamus, Lampung, akhir pekan lalu. (RAKA DENNY/JAWA POS)

JawaPos.com - Kontribusi sumber energi baru dan terbarukan (EBT) terus diperkuat. Hal tersebut sejalan dengan pengoperasian pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Ulubelu Unit 4 berkapasitas 1 x 55 mw sejak Maret tahun ini.

General Manager PGE (Pertamina Geothermal Energy) Area Ulubelu Dirgo Rahayu menuturkan, tambahan kapasitas daya tersebut menjadikan porsi kontribusi panas bumi bagi ketenagalistrikan di Lampung meningkat menjadi 25 persen terhadap total kebutuhan listrik di provinsi paling selatan Sumatera itu. Total kontribusi PGE, baik dalam bentuk uap maupun listrik, kini mencapai 4 x 55 mw.

Dia menyatakan, pengembangan panas bumi di Ulubelu dimulai pada 1991–1997. Meski sempat terhenti karena krisis moneter, PGE kembali agresif pada 2008. Puncaknya, PGE memasok uap ke pembangkit milik PT PLN (Persero), yakni Ulubelu 1 dan 2, yang berkapasitas 2 x 55 mw mulai 2012.

Hingga saat ini, PGE mengebor 50 sumur. Sebanyak 23 di antaranya digunakan untuk PLTP 3 dan 4 serta sisanya untuk Ulubelu 1 dan 2 dengan 16 juta jam kerja tanpa fatality. Hanya 150 hektare permukaan lahan di antara total 92 ribu hektare lahan wilayah kerja panas bumi PGE yang digunakan untuk memproduksi uap dan listrik dengan seluruh infrastruktur pendukungnya. Konstruksi dua unit pembangkit dimulai pada 2014 dengan target penyelesaian 34 bulan. ”Unit 3 lebih cepat sebulan dari target dan telah beroperasi pada Juli 2016. Sementara itu, PLTP Ulubelu Unit 4 beroperasi pada Maret atau tiga bulan lebih cepat,” jelasnya.

Dia memerinci, tidak kurang dari USD 397 juta digelontorkan Pertamina untuk pengembangan sumur dan pembangunan PLTP Ulubelu Unit 3 dan 4 berikut jaringan yang terkoneksi dengan PLN. Investasi tersebut berdampak signifikan pada pengembangan ekonomi setempat. ”Banyak usaha pendukung yang tumbuh. Mulai rumah kos, rumah makan, hingga kegiatan ekonomi masyarakat lainnya yang menjadikan pertumbuhan ekonomi Kecamatan Ulubelu paling tinggi jika dibandingkan dengan kecamatan lainnya di Tanggamus,” tuturnya. (dee/c16/sof)

Sponsored Content

loading...
 TOP