Jumat, 20 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Bisnis

Serapan Tenaga Kerja Bisnis Pergudangan di Kota Industri Ini Masih Minim

| editor : 

TIDAK DONGKRAK EKONOMI: Pergudangan di wilayah Kecamatan Manyar. Di kawasan Gresik Utara banyak gudang baru.

TIDAK DONGKRAK EKONOMI: Pergudangan di wilayah Kecamatan Manyar. Di kawasan Gresik Utara banyak gudang baru. (Guslan Gumilang/Jawa Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com – Bangunan pergudangan menjamur di Kota Pudak. Hampir di setiap jalan protokol tumbuh gudang anyar. Namun, sumbangan terhadap perekonomian daerah sangat minim. Alasannya, penyerapan tenaga kerja sedikit.

Berdasar catatan dari Dinas Penanaman Modal dan PTSP Gresik, rata-rata jumlah tenaga kerja sektor pergudangan maksimal 15 orang. ’’Padahal, luas lahan yang diusulkan untuk usaha cukup besar. Biasanya di atas 1 hektare,’’ papar Kabid Pelayanan Tata Ruang, Bangunan, dan Lingkungan DPM dan PTSP Gresik Farida Haznah Ma’ruf saat ditemui di ruangannya Selasa (6/6).

Menurut Farida, luas pergudangan tidak kalah dengan industri. Padahal, industri dengan luas yang sama mampu merekrut tenaga kerja minimal 25 orang. Selain itu, jumlah pekerja di pergudangan kalah jauh jika dibandingkan dengan kompleks perniagaan atau pusat perbelanjaan.

Apa ada rencana pembatasan izin? Farida mengatakan, pembatasan tidak mungkin dilakukan. ’’Namun, kami berharap pengusaha di pergudangan juga memikirkan perekonomian daerah. Minimal tenaga kerjanya,” ujar Farida.

DPM dan PTSP Gresik mencatat, jumlah izin pergudangan terus bertambah setiap tahun. Sepanjang 2016, ada 33 izin pembangunan pergudangan yang masuk. Tahun ini, per Januari–Mei tercatat sudah ada 20 izin. Selain itu, ada empat pergudangan yang bakal dibangun tahun ini. Sektor itu tumbuh di kawasan Manyar, Cerme, Driyorejo, dan Wringinanom. (hen/c7/dio)

Sponsored Content

loading...
 TOP