Sabtu, 20 Jan 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Women's

Bila Bumil Melahirkan Tidak di RS dan Terjadi Perdarahan

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Pixabay)

JawaPos.com - Ibu hamil tidak selalu melahirkan di rumah sakit. Ada yang memilih di Bidan Praktik Swasta (BPS). Sebenarnya hal itu tidak masalah selama tidak terjadi masalah selama proses melahirkan. Spesialis kandungan lainnya dr Agus Sulistyono SpOG mengatakan, hal tersebut berbeda ketika bumil tidak melahirkan di rumah sakit. Misalnya di BPS, bila terjadi perdarahan, tenaga medis juga harus langsung memasang infuse pada bumil. Langkah kedua adalah segera merujuknya ke rumah sakit untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Dan selama perjalanan menuju rujukan tersebut, bumil diberikan uterotonika atau obat untuk meningkatkan kontraksi rahim.

Sebab, bentuk otot rahim seperti angka delapan. Pembuluh darah berada diantaranya. Sehingga bila terjadi kontraksi, diharapkan pembuluh darah terjepit dan perdarahan bisa berhenti. Selain itu, dokter RSUD dr Soetomo ini juga menegaskan, penting selama dalam perjalanan ke RS rujukan, ibu didampingi oleh tenaga medis seperti bidan atau perawat.

Sebab, terdapat tindakan-tindakan pertolongan selama perjalanan yang hanya bisa dilakukan oleh tenaga medis. Misalnya seperti kompresi bimanual atau tindakan yang dilakukan oleh penolong persalinan dengan memasukkan tangan ke jalan lahir dengan posisi mengepal. Tangan satunya, diatas perut guna menekan fundus uteri atau bagian rahim yang paling atas, sehingga perdarahan terhenti. ’’Karena itu, rawan kalau selama perjalanan tidak didampingi tenaga medis,’’ tutunya.

Baru setelah sampai RS, pemasangan kondom kateter dilakukan oleh tenaga medis yang berkompeten. Dilanjutkan dengan prosedur selanjutnya. ’’Sebisa mungkin memang kita pertahankan kandungannya, karena kalau sudah kehamilan risiko tinggi, sebaiknya melahirkan di rumah sakit saja,’’ tegasnya. (ina/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP