Rabu, 20 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Otomotif

Xenia dan Sigra Dorong Penjualan Daihatsu

| editor : 

LARIS: Bahjatul Ulum (kiri) dan Indah T. melihat Sigra di ruang pamer Daihatsu Panglima Sudirman, Surabaya.

LARIS: Bahjatul Ulum (kiri) dan Indah T. melihat Sigra di ruang pamer Daihatsu Panglima Sudirman, Surabaya. (Frizal/Jawa Pos)

JawaPos.com- Membaiknya pasar otomotif di Jawa Timur turut dirasakan Daihatsu. Pada periode Januari hingga April, penjualan Daihatsu di Jawa Timur mencapai 9.965 unit atau naik 10 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Area Manager Jawa Timur PT Astra International Daihatsu Budhy Lau menyatakan, penopang utama penjualan Daihatsu masih berasal dari Xenia, yaitu 27 persen. ’’Penjualannya tetap naik sekitar 4 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya,’’ terang Budhy.

Di sisi lain, Sigra mampu berada di urutan kedua dengan kontribusi 22 persen. Disusul Gran Max Pick-up dengan kontribusi penjualan 12 persen. ’’Pasar kendaraan niaga masih anjlok 12 persen. Tapi, Gran Max Pick-up masih mampu menahan penurunan hingga 4 persen,’’ ujar Budhy.

Daihatsu juga terus menggenjot penjualan melalui sejumlah pameran di Tunjungan Plaza dan Grand City. Dari pameran di Tunjungan Plaza pekan lalu, Daihatsu berhasil mencatatkan 100 SPK (surat pemesanan kendaraan).

SPK terbanyak berasal dari Sigra, yaitu 30 unit. Diikuti Daihatsu Xenia yang mencapai 26 unit dan Ayla 22 unit. Selain itu, ada Gran Max Pick-up 14 unit. Lainnya berasal dari Daihatsu Terios, Luxio, Sirion, dan Hi-Max.

Secara nasional, penjualan ritel Daihatsu mencapai 59.075 unit atau naik 3 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pangsa pasar juga naik dari 16,6 persen menjadi 17,6 persen. Penopang utama berasal dari Astra Daihatsu Sigra, yaitu 14.385 unit atau 24,4 persen. Selanjutnya, Gran Max Pick-up mencapai 13.041 unit (22,1 persen), Daihatsu Xenia 11.587 unit (19,6 persen), dan Astra Daihatsu Ayla 9.063 unit (15,3 persen).

Meski begitu, sebenarnya terjadi penurunan pasar otomotif pada Maret hingga April. Yakni, dari 11 ribu unit menjadi 9.800 unit. Bulan ini, pasar diperkirakan lebih tinggi jika dibandingkan dengan April, tetapi lebih rendah daripada Maret, yaitu di angka 10 ribu unit.

’’Meski ada momen jelang Lebaran, kenaikannya tetap tidak setinggi Lebaran tahun lalu,” imbuh Operation Manager Auto2000 Jawa Timur Hendra Purnawan. Menurut dia, ada beberapa faktor yang mengakibatkan pasar sempat turun. Yakni, tidak stabilnya kondisi politik sehingga membuat konsentrasi masyarakat terpecah. Meski begitu, membaiknya harga komoditas dan tren ekonomi tetap akan mengerek penjualan otomotif menjelang Lebaran hingga 30 persen. (vir/c18/sof)

Sponsored Content

loading...
 TOP