JawaPos Radar

Datangi Lokasi Tanpa Rompi Anti Peluru, Ini Pesan Jokowi

26/05/2017, 10:01 WIB | Editor: Kuswandi
Datangi Lokasi Tanpa Rompi Anti Peluru, Ini Pesan Jokowi
Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kall mengunjungi lokasi bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta Timur Kamis (25/5) malam. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo lagi-lagi mendatangi lokasi terjadinya bom tanpa pengaman di tubuhnya seperti rompi anti peluru. Hal ini pernah dilakukan Jokowi, saat mendatangi lokasi bom di Sarinah, Thamrin, di awal 2016 lalu, hanya dengan memakai setelan kemeja putihnya.

Kali ini, ia bersama wakilnya, Jusuf Kalla, ke Kampung Melayu, juga hanya menggunakan kemeja putihnya.

Pengamat Politik Universitas Padjajaran Idil Akbar mengatakan, Jokowi tampaknya ingin menunjukkan kepada rakyat untuk tidak takut terhadap aksi terror, dengan mendatangi lokasi tanpa pengaman di tubuhnya itu.

"Saya kira ingin menunjukkan kepada rakyat untuk tidak takut dengan mereka yang melakukan aksi teror," ujarnya kepada JawaPos.com, Jumat (26/5).

Pesan lainnya menurutnya, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut ingin menunjukkan bahwa dirinya dan rakyat Indonesia, akan menghadapi para peneror yang merusak dan menewaskan rakyatnya.

"Sekaligus menunjukkan pada kelompok teror tersebut bahwa presiden dan rakyat tidak takut dengan mereka dan siap menghadapi mereka dengan sigap," jelasnya.

Meskipun punya maksud yang baik, dia berharap pemerintah lebih baik melakukan tindakan preventif terhadap para teroris dan kelompok radikal. Sebab, bagi para kelompok teror, aksi yg mereka lakukan semata-mata, hanya agar terus diperhatikan dan diindahkan oleh pemerintah suatu negara.

"Ada istilah kekerasan jangan dilawan lagi dengan kekerasan," ujarnya.

Untuk menghadapi para teroris ataupun mereka yang berpaham radikal, pemerintah menurutnya,  bisa meminta para pemuka agama untuk menyampaikan ajaran agama dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Pemimpin agama yang mengajarkan paham radikal sebaiknya juga perlu dirangkul, tidak dimusuhi atau dijadikan musuh bersama.

"Sebab ini justru akan menciptakan resistensi dari umat. Selain itu juga perkuat institusi-institusi sosial masyarakat, terutama dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan bermanfaat," pungkasnya. (dna/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up