Jumat, 22 Sep 2017
JawaPos.com Icon
JPG Today

Kekasih Sendiri Digorok Pakai Celurit

| editor : 

GELAP MATA: Ismail (tengah) dikeler petugas menuju ruang tahanan Mapolresta, Jumat (19/5)

GELAP MATA: Ismail (tengah) dikeler petugas menuju ruang tahanan Mapolresta, Jumat (19/5) (ZAINAL ARIFIN/JAWA POS RADAR BROMO)

JawaPos.com - Keputusan Winda Sari, 20, warga RT 21/ RW 8, Dusun Asem Kerep, De sa Pohsangit Leres, Kecama tan Sumberasih, Kabupa ten Probolinggo, memutus ja linan asmaranya dengan Ismail, 25, berujung tragis. Is mail yang tak terima cintanya diputus, melukai leher korban pada Kamis (18/5) malam lalu. Akibat aksi nekat itu, Winda mengalami luka di leher, ke pala bagian belakang, dan le ngan kanan akibat sabetan celurit pelaku. Semula, pelaku hendak menggorok korban.

Na mun, korban berusaha melepaskan diri dari dekapan pelaku. Sehingga, celurit tak sampai mengenai tenggorokannya. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, Kamis malam se kitar pukul 19.30, pasangan kekasih yang masih bertetangga ini bertemu di pematang sawah dekat rumah pelaku. Saat per temuan itu, pelaku memang su dah membawa celurit.

Diduga, pasangan kekasih ini memang sudah ada permasalahan sebelumnya. Yayuk, orang tua korban saat di temui koran ini di RSUD dr Mohamad Saleh mengatakan, ia baru mengetahui peristiwa ter sebut dari Rizal, adik korban. Rizal mengetahui kakaknya digorok, setelah melihat sang kakak pulang ke rumahnya dalam kondisi bersimbah darah.

Kamis (18/5) malam. Ia mengalami luka parah di leher.

Kamis (18/5) malam. Ia mengalami luka parah di leher. (Istimewa/Radar Bromo)

Saat itu, Winda juga membawa celurit yang dipakai oleh pelaku. Rizal yang mengetahui kondisi kakaknya, langsung mengabari ibunya yang tinggal bersebelahan. Dari pengakuan Winda, ia dianiaya Ismail menggunakan celurit. Kaget dengan informasi tersebut, Yayuk dan keluarganya langsung mendatangi rumah Ismail. Saat itu, pelaku tidak ada di rumah. “Saya ketemu dengan ibunya Ismail. Malah ibunya tidak per caya kalau Ismail yang menggorok anak saya. Malah menuduh man tan suami Winda yang melaku kan nya,” katanya.

Saat itu, Winda ditinggal di rumah dengan leher dibebat kain untuk menghenti kan darah yang keluar dari lehernya. Karena tak kunjung menemukan Ismail, Yayuk dan keluarganya kemudian membawa Winda ke RS Dharma Husada. Mengingat lukanya cukup parah, korban dirujuk ke RSUD dr Mohamad Saleh.

Dari penuturan Yayuk, Ismail kalap karena tak mau diputus oleh anaknya. Alasannya, Ismail sudah keluar duit Rp 10 juta selama menjalin asmara. Yayuk sendiri tidak tahu untuk apa duit Rp 10 juta itu. “Karena masalah uang Rp 10 juta itu dia (pelaku) tidak mau diputus,” terangnya. Saat ditemui di rumah sakit, Ya yuk sempat marah-marah saat sorot kamera wartawan mengambil gambar anaknya yang berstatus janda itu.

Bahkan, salah seorang wartawan sempat didorong dan dimaki-maki. Ismail sendiri dikabarkan kabur usai menganiaya sang pacar. Po lisi yang mendengar kabar penganiayaan tersebut, langsung memburu pelaku. Ternyata, pelaku berada di rumahnya. Pelaku ditangkap sekitar pukul 20.00 dan dibawa ke Mapolresta beserta barang bukti sebilah celurit yang sempat dibawa korban.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin (19/5) me ngungkapkan, pelaku tega melakukan tindak pidana tersebut lantaran jalinan asmaranya diputus. “Tersangka yang bekerja se bagai satpam di salah satu perusahaan swasta ini, dari rumah sudah membawa sebilah celurit,” terangnya. Saat bertemu, pasangan kekasih ini sempat terlibat cekcok. Saat itu, tersangka mengancam akan melukai korban. Namun, korban menganggap ancaman itu hanya gertak sambal.

Alasannya, pelaku masih sayang padanya. Ternyata, gertakan itu dibuktikan oleh pelaku. Pelaku kemudian mendekap dan hendak mengorok leher kor ban. Untungnya, korban sempat mundur. Sehingga, celurit tak sampai melukai tenggoro kan korban. Pelaku yang melihat korban berdarah, panik. Ia melepaskan dekapannya dan membuang celurit tersebut. Akibat tindak pidana tersebut, pelaku terancam pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun. Saat di temui di Mapolresta kemarin, pelaku tidak berkomentar saat ditanya perihal aksi nekatnya tersebut. (rpd/rf/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP