Rabu, 20 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Kesehatan

Mereka Ini Berpotensi Alami Kematian Mendadak

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Pixabay)

JawaPos.com - Kematian karena serangan jantung bisa datang tiba-tiba. Menurut spesialis jantung dan pembuluh darah Prof Dr dr Rochmad Romdoni SpPD SpJP(K) FIHA FAsCC, sekarang, berdasarkan angka kejadian secara umum, terdapat satu di antara tiga penderita PJK (penyakit jantung koroner) yang mengalami sudden death. Yakni kematian secara tiba-tiba.

Lebih dari 50 persen, penderita PJK yang mengalami sudden death tidak mengetahui bahwa dirinya sudah mempunyai gangguan di pembuluh darah koronernya. Hal itu didapatkannya dengan bertanya pada keluarga mengenai faktor risiko yang dipunyai oleh pasien.

Sudden death kerap terjadi saat seseorang sedang beraktivitas. Yang paling sering adalah saat berolahraga. Tidak semua jenis olahraga. Tepatnya pada olahraga yang bersifat kompetitif seperti futsal, sepakbola, tenis. Hal itu dikarenakan, kebutuhan oksigen saat berolahraga meningkat.

Sayangnya, tidak semua jenis olahraga mampu menyuplai permintaan oksigen yang meningkat itu. Akhirnya, jantung tidak mendapatkan suplai oksigen. ’’Hampir semua pasien yang mengalami sudden death berjenis kemalin laki-laki, bahkan 90 persen yang mengalami sudden death adalah laki-laki’’ imbuhnya.

Sebab, sudden death tidak lagi identik dengan usia yang lebih tua. Banyak laki-laki usia kepala tiga dan empat yang mengalaminya. Sedangkan, perempuan mempunyai hormone estrogen sebagai pertahan. Namun akan menurun ketika menopause.

Selain itu, sudden death terjadi saat seseorang sedang emosi. Karena bila hormon adrenalin meningkat, jantung juga akan bekerja lebih keras. Akhirnya terjadilah kematian tiba-tiba ini. Biasanya, pasien akan merasakan nyeri tumpul di dada sebelah kiri, sampai menjalar ke lengan, bagian belakang tubuh, hingga keluar keringat dingin. Bila sudah begini, idealnya periode emas hanya bisa diberikan dalam waktu 20 menit. Sebab di luar itu, otot jantung tidak mampu bertahan. ’’Bisa diberi bantuan pernafasan dan kejut jantung secara manual dengan tangan yang menekan dada selama menunggu ambulance,’’ imbuhnya. (ina/tia)

Sponsored Content

loading...
 TOP