Selasa, 24 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Metropolis

Sel Tumor Serang Jaringan Lemak Priyo Aljabar, Fokus Perbaikan Gizi

| editor : 

SEHAT DAN LUCU: Formasi ketika Galajapo masih komplit dalam ulang tahun pada Agustus 2008 di PMI Surabaya Embong Ploso.

SEHAT DAN LUCU: Formasi ketika Galajapo masih komplit dalam ulang tahun pada Agustus 2008 di PMI Surabaya Embong Ploso. (Hendra Eka/Jawa Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com – Priyono alias Priyo Aljabar dirawat di Ruang Bedah G RSUD dr Soetomo sejak Senin (8/5). Selama dua pekan ini, tim dokter yang merawat akan berfokus pada perbaikan status gizi Priyo. Selain itu, para dokter terus mempertimbangkan pengangkatan liposarcoma yang bersarang di perut pelawak Jawa Timur tersebut.

Rabu (10/5) Priyo tampak berada di luar ruangan tempatnya dirawat. Dia tiduran di tangga. Cak Priyo, sapaannya, mengenakan sarung merah muda dan kemeja krem. Di tangan pelawak anggota Galajapo (Gabungan Lawak Juara Jawa Pos) itu ada pangkal slang infus. Ujungnya memerah lantaran sisa darah yang naik setelah botol infus kosong.

Sesekali dia memejamkan mata. Perutnya yang membuncit terlihat naik turun. Napasnya pendek-pendek.

’’Ndek njero sumpek. Di sini kan kadang ada yang lewat,’’ tutur mantan penyiar Cangkrukan JTV periode 2003–2010 tersebut dengan suara lirih. Ketika tidur, dia harus berada dalam posisi setengah duduk atau agak miring. Itu dilakukan agar napasnya tak sesak sebagaimana ketika tidur telentang.

Cak Priyo memang digelontor infus agar kondisi gizinya meningkat. Dokter Tomy Lesmana SpB-KBD, salah seorang dokter yang merawat, memaparkan soal fokus perbaikan gizi tersebut. ’’Liposarcoma yang di perut itu mendesak usus dan organ pencernaan lainnya,’’ ujar Tomy. Itu membuat Cak Priyo tidak nafsu makan. Perutnya terasa penuh. Setiap melihat makanan tidak selera karena sudah merasa kenyang.

Liposarcoma merupakan tumor ganas yang menyerang lemak. Tumor tersebut bisa tumbuh di mana pun. Kebetulan, milik Cak Priyo tumbuh di rongga perut. ’’Hasil patologi anatominya memang sudah keluar dan kami tidak berani untuk mengangkatnya,’’ ucap Tomy.

Dari hasil patologi anatomi tersebut diketahui, tumor itu cenderung ganas. Diduga beratnya lebih dari 10 kilogram. Selain itu, bentuknya berupa lobus atau bergelembung mirip anggur.

Kondisi Cak Priyo juga tidak fit. Akibat tidak nafsu makan itu, dia kekurangan nutrisi. Belum lagi, tumornya juga mengambil nutrisi yang masuk ke tubuh bapak empat anak itu. ’’Infus diberikan karena kalau diberikan nutrisi secara oral juga tidak bisa banyak,’’ tutur konsultan bedah digestif tersebut.

Sore itu tim dokter yang merawat Cak Priyo sudah mengadakan rapat. Hasilnya, Cak Priyo akan diberi perawatan paliatif. Beberapa obat untuk kemoterapi juga diberikan. Harapannya, kualitas hidup Cak Priyo bisa meningkat.

Soal operasi, kata Tomy, tim dokter melihat di dalam sel tumor itu terdapat pembuluh darah yang besar. Ketika diangkat, akan terjadi pendarahan. Risikonya besar. Meski begitu, tim dokter tetap berupaya melakukan yang terbaik. Agar Cak Priyo kembali sehat dan lucu. (lyn/c19/dos)

Sponsored Content

loading...
 TOP