Kamis, 21 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Kisah Cinta Berujung Maut, Gagal Nikah Malah Gantung Diri

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Pixabay.com)

JawaPos.com - Kisah cinta tak selamanya indah, bahkan bisa berujung maut. Inilah yang dialami Riswanto alias Ponidi. Pria 37 tahun ini ditemukan tewas dalam keadaan tergantung.

Dugaan sementara, Ponidi depresasi karena urusan cinta. Dugaan tersebut diperkuat dari keterangan kerabatnya. Beberapa hari sebelum mengakhiri hidupnya, Ponidi sempat berencana ingin melamar gadis pujaan hatinya.

Ponidi ditemukan tewas menggantung di tangga rumah menuju lantai dua. Aksi bunuh diri tersebut dilakukan di kediaman kakaknya bernama Sri Winarni di Jalan Pasundan, Keluraha Jawa, Samarinda Ulu, Kaltim, Kamis (2/4).

Riswanto alias Ponidi (37) saat ditemukan gantung diri di rumah kakaknya.

Riswanto alias Ponidi (37) saat ditemukan gantung diri di rumah kakaknya. (prokal/JawaPos.com)

Dari informasi yang dihimpun Sapos (Jawa Pos Group), saat ditemukan leher ponidi terikat setuas kabel yang diikat di sebuah tiang tepat di tangga menuju lantai dua. Winarni yang pertama kali melihat jasad adiknya tergantung sekitar pukul 13.00 Wita langsung berteriak histeris. Teriakannya membuat warga sekitar geger.

Wiwik, seorang warga yang kediamannya bersebelahan dengan rumah Sri Winarno mengaku pertama kali mendengar teriakan itu. “Saya kaget ada suara wanita berteriak. Ternyata itu suara Winarni,” ucap Wiwik kepada Sapos.

Mendengar teriakan itu, Wiwik yang tengah asik melayani pelanggan yang memebeli bakso di warungnya pun kaget. Belum sempat dirinya menuju arah teriakan rupanya Winarni sudah buru-buru keluar dari rumahnya dengan wajah pucat.

“Keluar dari dalam rumah dan berteriak-teriak: Ponidi gantung diri. Saya kaget. Winarni langsung pingsan di depan rumah saat itu,” tuturnya. Gemetar dengan kejadian itu, Wiwik lantas memanggil warga sekitar untuk membantunya. 

Wiwik menjelaskan, Winarni sebenarnya baru saja pulang usai membayar iuran BPJS Kesehatan. Setelah itu, Winarni menyempatkan diri mampir ke pasar untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Nah saat sampai di rumah itulah, Winarni menemukan adiknya sudah tergantung.

“Padahal malam itu tidak ada kejadian aneh. Ponidi sempat tidur di rumah kakaknya itu. Kok malah jadi begini,” terang Wiwik.

Sementara itu, Ketua setempat, Dwi Suhartono menuturkan, sebelum kejadian Ponidi sempat berkeliling pemukikam sekitar sambil membawa parang. Aksi ini membuat warga sekitar resah. “Setelah itu, anehnya Ponidi langsung meminta maaf kepada warga satu per satu,” tutur Dwi.

Dwi menambahkan, sebenarnya Ponidi sempat meminta kepada keluarganya untuk dinikahkan dengan seorang gadis. Pihak keluarga pun sudah menyanggupinya. Namun belum kesampaian, Ponidi sudah keburu gantung diri.

“Tiga hari yang lalu saya dengar memang minta dinikahkan. Keluarga sudah menyetujui. Tapi enggak tau bisa jadi begini,” kata Dwi. Jasad Ponidi lantas dibawa ke RSUD AW Sjahranie untuk menjalani visum. 

Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu Iptu Yunus Kelo mengungkapkan, dugaan sementara penyebab korban gantung diri karena depresi. "Ada tiga saksi yang kami mintai keterangan. Yakni adik, teman dan tetangga korban. Berdasarkan olah TKP, korban sudah tergantung sekitar dua jam sebelum ditemukan," pungkas Yunus Kelo. (kis/nha/fab/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP