Sabtu, 23 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

KPK Tetapkan Anak Buah Jero Wacik sebagai Tersangka

| editor : 

Juru Bicara KPK Febri Diansyah

Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Dok JawaPos.com)

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Kepala Bidang Pemindahtanganan, Penghapusan, dan Pemanfaatan Barang Milik Negara (PPBMN) Kementerian ESDM Sri Utami sebagai tersangka. Sri Utami dijerat sebagai tersangka dugaan korupsi terkait sejumlah kegiatan fiktif di Sekretariat Jenderal pada Kemen-ESDM Tahun Anggaran 2012.

"Dalam pengembangan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait sejumlah kegiatan fiktif di Sekretariat Jenderal di Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2012, KPK menetapkan satu lagi tersangka yaitu SU PNS di Kementerian ESDM," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan pers di kantornya, Jumat (21/4).

Febri mengatakan, Sri Utami selaku koordinator kegiatan pada satuan kerja Setjen Kementerian ESDM bersama-sama mantan Sekjen Kemen-ESDM Waryono Karno diduga telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi. Sehingga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 11,124 miliar terkait sejumlah kegiatan.

Di antaranya, sosialisasi kegiatan sektor ESDM mengenai bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, kegiatan sepeda sehat dalam rangka sosialisai Hemat Energi, serta kegiatan perawatan kantor Setjen ESDM. "SU diduga mengatur pengadaan dan menerima komisi sehingga diduga kerugian keuangan engara sekitar Rp 11 miliar," papar Febri.

Atas perbuatannya, Sri Utami disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Sebelumnya, KPK telah menjerat mantan Sekjen Kemen-ESDM Waryono Karno di kasus yang sama. Waryono telah diputus bersalah dan dijatuhi hukuman pidana tujuh tahun penjara dan denda Rp 300 juta serta uang pengganti Rp 150 juta subsider tiga bulan kurungan.

Selain itu, mantan Menteri ESDM Jero Wacik juga telah diputus bersalah dalam kasus korupsi Dana Operasional Menteri (DOM) dan pemerasan di lingkungan Kemen-ESDM. 

Jero divonis penjara selama delapan tahun penjara dan denda Rp 300 juta. Serta, uang pengganti Rp 5 miliar subsider dua tahun kurungan. (Put/jpg)

Sponsored Content

loading...
 TOP