Selasa, 17 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Pemilihan

Membelot ke Anies-Sandi, Ical Didukung Keder Muda

| editor : 

Aburizal Bakrie

Aburizal Bakrie (Dok. JawaPos.com)

JawaPoscom - Sikap Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical mendapat pembelaan dari Generasi Muda Partai Golkar (GMPG). Langkah Ical diketahui membelot karena menghadiri pidota kemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Tidak hanya itu, GMPG juga mendorong penggulingan Setya Novanto selaku ketua umum partai berlambang pohon beringin. Mekanismenya melalui evaluasi dengan digelarnya kembali Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).

Ketua Generasi Muda Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia mengatakan, sikap Ical bukan sebagai pembelot tapi justru dianggap sejalan dengan sikap GMPG yang sejak awal menolak partai berlambang pohon beringin mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat pada pilkada DKI Jakarta.

”Dukungan (Ical) tersebut melanjutkan sikap yang ditunjukkan sebelumnya oleh para tokoh Golkar lain, seperti Pak JK (Jusuf

Kalla) Mbak Titiek, Bang Fadel dan beberapa kader lain yang tidak sependapat Golkar memberikan dukungannya kepada Ahok,” ujarnya kepada wartawan melalui keterangan tertulisnya, Kamis (20/4).

Doli menilai, dukungan Golkar kepada Ahok telah mengingkari karakter partai kuning sebagai partai nasionalis-religius. Dukungan kepada Ahok lebih karena kepentingan segelintir orang atau kelompok tertentu di DPP Partai Golkar. ”Sekarang sudah terbukti bahwa pilihan Golkar itu salah besar,” tegasnya dilansir dari INDOPOS (Jawa Pos Group).

Menurutnya, tepat bila kemudian muncul wacana evaluasi kepemimpinan Partai Golkar saat ini. Dia pun mendorong adanya Munaslub. ”Salah langkah dalam mengambil sikap dan posisi politik serta membawa Golkar pula termasuk partai yang tak dipercaya publik. Munaslub sudah harus di depan mata,” ucap Doli.

Sementara, Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto mengaku, evaluasi memang perlu. Oleh sebab itu, Partai Golkar akan melakukan evaluasi internal atas hasil pilkada DKI Jakarta. Kendati demikian, kekalahan pasangan calon yang diusung Golkar

tidak perlu disesali, karena paslon yang unggul berdasarkan hasil hitung cepat adalah pilihan masyarakat. ”Ini kenyataan yang harus kita lihat bahwa inilah pilihan rakyat, hati nurani,” tukasnya. (aen/yuz/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP